Uni Eropa berencana membatasi masuknya mobil hybrid buatan China untuk menjaga persaingan industri otomotif lokal.
Kebijakan ini menjadi langkah lanjutan setelah aturan tarif impor mobil listrik China diterapkan.
Rencana pembatasan itu mencakup penetapan kuota impor mobil hybrid China pada 2027.
Usulan tersebut masih membutuhkan persetujuan dari negara-negara anggota Uni Eropa sebelum diberlakukan.
Kuota Impor dan Perkiraan Angka
Menurut laporan Bloomberg, UE mempertimbangkan kuota impor sebesar 350 ribu unit mobil hybrid China pada 2027.
Jumlah kuota tersebut disebut dapat meningkat 6% setiap tahun.
Sementara itu, Financial Times melaporkan perkiraan kuota tahun depan berada di kisaran 500-700 ribu unit.
Angka akhir masih belum ditentukan oleh pihak terkait.
Sebagai perbandingan, sekitar 800 ribu unit mobil hybrid buatan China tercatat masuk ke Eropa sepanjang 2026.
Data tersebut menunjukkan peningkatan kehadiran kendaraan China di pasar kawasan tersebut.
Pangsa Pasar Mobil Hybrid China di Eropa
Pangsa kendaraan China di segmen plug-in hybrid Eropa meningkat signifikan.
Pada semester pertama 2026, mobil plug-in hybrid asal China menguasai 25% penjualan segmen itu.
Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan 2024 yang hanya mencapai 2%.
Pada segmen hybrid secara keseluruhan, kendaraan China mencatat pangsa pasar sebesar 14%.
Capaian itu juga meningkat dari posisi 2% pada periode yang sama pada 2024.
Negosiasi dan Dampak bagi Produsen China
Kesepakatan pembatasan impor ini dinegosiasikan untuk menghindari konflik perdagangan yang lebih besar antara Uni Eropa dan China.
China dilaporkan sepakat tidak memberikan balasan atas kebijakan tersebut.
UE memperkirakan kesepakatan tersebut dapat membantu mengurangi defisit perdagangan dengan China hingga 14 miliar euro atau Rp 280 triliunan.
Namun, aturan kuota tersebut hanya berlaku bagi kendaraan yang dikirim langsung dari China.
Mobil yang diproduksi di kawasan Eropa tidak termasuk dalam pembatasan tersebut.
Kondisi itu membuat sejumlah produsen China tetap memiliki peluang memperluas bisnis melalui fasilitas produksi lokal.
BYD sudah memiliki pabrik di Hungaria.
Selain BYD, Chery, Geely, Dongfeng dan Leapmotor juga tengah mengembangkan fasilitas produksi di kawasan Eropa.
Strategi ini menjadi alternatif bagi produsen China menghadapi aturan impor baru.
