Kementerian Komunikasi dan Digital menyoroti layanan internet di Batam dan Bintan setelah listrik padam total sejak Senin (12/10).
Komdigi pada Selasa (13/10) menyatakan masih berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait mengenai insiden tersebut.
Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan timnya belum menarik kesimpulan soal gangguan internet akibat pemadaman listrik.
Koordinasi lintas sektor masih dilakukan untuk mengetahui kondisi secara menyeluruh.
"Melihat kejadian di Batam ini, jadi kita masih menunggu sambil tim kita berkomunikasi dengan lintas sektoral," ujar Meutya Hafid.
Meutya menyebut keputusan akhir belum dapat disampaikan sebelum koordinasi dengan pihak terkait selesai.
Pemadaman listrik sebelumnya berdampak pada aktivitas warga dan akses internet di sejumlah wilayah.
"Untuk saat ini, belum dapat tercapai konklusi atau kesimpulan apapun sekali lagi sampai tim kami berkoordinasi dengan tim dari K/L K/L lainnya," ujar Meutya Hafid.
Telkomsel Pastikan Jaringan Tetap Berjalan
Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyampaikan jaringan telekomunikasi Telkomsel tidak mengalami gangguan akibat pemadaman listrik di Batam.
Perusahaan menggunakan baterai cadangan dan genset pendukung selama periode tersebut.
"Karena memang ada tantangan di mana kadang-kadang baterai dicuri, genset dicuri. Nah, ini Alhamduillah kemarin di Batam semua peralatan kita aman sehingga bisa berfungsi dengan baik," ujar Nugroho.
Nugroho menjelaskan seluruh peralatan pendukung listrik cadangan di Batam dalam kondisi aman.
Menurutnya, kondisi itu membuat layanan jaringan tetap dapat berfungsi saat pasokan listrik terganggu.
PLN Batam sebelumnya menyatakan pasokan listrik pelanggan terdampak di Kota Batam telah pulih pada Selasa (13/10) pagi.
PLN Batam menduga gangguan awal berasal dari hewan liar di Gardu Induk Sungai Harapan.
Sekretaris PLN Batam Rudi Antono mengatakan penyebab pasti gangguan masih ditelusuri tim teknis dan pihak berwenang.
Indikasi awal mengarah pada gangguan di jaringan interkoneksi Batam Bintan.
"Indikasi awal, diduga hewan liar masuk ke area Gardu Induk Sungai Harapan," ujar Rudi Antono.
