unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Serangan Siber Lumpuhkan Kulkas 700 Supermarket di Prancis
News

Serangan Siber Lumpuhkan Kulkas 700 Supermarket di Prancis

Rak pendingin supermarket yang kosong setelah serangan siber di Prancis
Serangan Siber Lumpuhkan Kulkas 700 Supermarket di Prancis
A A Ukuran Teks16px

Serangan siber mengganggu jaringan supermarket Eropa dan menyebabkan sistem pendingin di ratusan toko di Prancis kepanasan.

Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure mengatakan sekitar 700 dari 10.000 supermarket di negara itu terdampak.

Ia menegaskan tidak ada risiko terhadap pasokan pangan Prancis, tetapi mengakui serangan itu menyentuh inti keamanan pangan.

“Ini menjadi peringatan bagi semua pihak,” ujar Lescure kepada parlemen.

Kantor kejaksaan Paris menyatakan unit kejahatan sibernya sedang menyelidiki serangan skala besar tersebut.

Penyelidikan mencakup luas kerusakan akibat makanan yang rusak dan kemungkinan kebakaran.

CEO jaringan grosir Prancis Cooperative U, Dominique Schelcher, mengatakan 80 dari 2.000 toko perusahaan terdampak.

Sebagian besar toko berhasil mencegah gangguan pada sistem pendingin, tetapi beberapa harus membuang makanan.

“Menargetkan peralatan yang penting untuk menjaga produk segar adalah serangan terhadap rantai pasok pangan Prancis,” kata Schelcher.

Ia menyebut serangan itu belum pernah terjadi sebelumnya, sangat serius, dan tidak dapat diterima.

Serangan juga memaksa salah satu peritel besar menutup situs web yang melayani pelanggan di Eropa dan Amerika Serikat.

Serangan tersebut menyasar peralatan pendingin yang menjadi bagian penting dalam menjaga kesegaran produk di toko-toko jaringan supermarket Eropa.

Gangguan ini tidak hanya menimbulkan kerugian berupa makanan yang membusuk, tetapi juga memicu kebakaran di sejumlah toko.

Hingga kini, penyelidikan masih berfokus pada skala kerusakan dan dampak yang ditimbulkan dari insiden tersebut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru