Qualcomm memenangkan sebagian gugatannya melawan Arm dalam persidangan lima hari di Delaware, Amerika Serikat. Juri menghadiahkan ganti rugi dua dolar, bukan miliaran dolar.
Angka itu terdiri dari satu dolar untuk masing-masing dari dua isu yang dimenangkan Qualcomm.
Juri memutuskan Arm melanggar kewajibannya terkait penyediaan patch perangkat lunak dan alat untuk desain yang dilisensikan.
Juri juga menilai Arm mencampuri negosiasi antara Qualcomm dan Meta. Intervensi itu terjadi ketika Arm membocorkan ke Bloomberg News bahwa pihaknya akan mencabut lisensi Qualcomm.
Meski hanya menerima dua dolar, hasil ini bisa berdampak besar bagi Qualcomm. Kemenangan pada dua isu tersebut menjadi amunisi untuk babak berikutnya dalam sengketa hukum yang panjang.
Babak Berikutnya dan Potensi Royalti Miliaran Dolar
Selanjutnya, kedua perusahaan akan menghadap Hakim Distrik AS Maryellen Noreika untuk memperdebatkan sejumlah isu. Ada kemungkinan Qualcomm diizinkan berhenti membayar royalti kepada Arm selama lima tahun.
Nilai royalti selama periode itu mencapai miliaran dolar.
Ketentuan tersebut tertulis sebagai penalti dalam perjanjian lisensi antara kedua perusahaan, namun Arm berargumen klausul itu tidak dapat ditegakkan.
Apa pun hasilnya, perkara ini kemungkinan akan melalui proses banding. Artinya, sengketa hukum ini tidak akan selesai dalam waktu dekat.
Juri sendiri memenangkan Arm pada lima isu lainnya. Kemenangan Qualcomm pada dua isu menjadi satu-satunya poin yang diputus berpihak kepadanya.
Qualcomm menyatakan puas karena juri menilai Arm melanggar Architectural License Agreement (ALA) yang sudah lama berlaku. Perusahaan menuduh Arm gagal memenuhi komitmennya dan sengaja mengganggu bisnis Qualcomm.
Arm membalas dengan pernyataan berbeda. Menurut Arm, putusan juri menegaskan bahwa pihaknya bertindak dengan itikad baik di bawah perjanjian lisensi teknologinya.
Arm juga menilai ganti rugi hanya dua dolar membuktikan merit argumen mereka dalam perkara ini. Arm sebelumnya menuduh Qualcomm berupaya merampas miliaran dolar di bawah perjanjian lisensi mereka.