Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperluas layanan digital sebagai strategi menjangkau generasi muda dan memperluas inklusi keuangan syariah.
Saat ini BSI memiliki 24,3 juta nasabah dan mengembangkan layanan untuk kebutuhan individu maupun korporasi.
Potensi pengembangan didukung besarnya populasi muslim di Indonesia.
Mengacu pada State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, jumlah penduduk muslim Indonesia mencapai sekitar 251 juta jiwa atau 87% dari total penduduk.
Sebanyak 69% di antaranya berada pada usia produktif.
Munir menjelaskan bahwa generasi muda mulai mempertimbangkan kesesuaian layanan keuangan dengan kebutuhan dan nilai yang mereka anut.
Perkembangan ekonomi digital turut mendorong BSI menyesuaikan layanan agar menjangkau kelompok nasabah lebih luas.
"Fenomena menarik bahwa saat ini anak-anak muda sudah mulai mengenal dan memilih layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan value," ujar Munir dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (15/10/2026).
"Terlebih saat ini didukung perkembangan ekonomi digital yang pesat, kami terus bertransformasi mengembangkan berbagai layanan secara digital untuk menjangkau kebutuhan nasabah individu maupun korporasi."
Untuk memenuhi kebutuhan nasabah ritel, BSI menghadirkan layanan digital yang mencakup pengajuan pembiayaan, kartu pembiayaan BSI Hasanah Card, pembiayaan multiguna, pembiayaan otomotif, serta pembiayaan perumahan.
Selain pembiayaan, BSI memperluas layanan di sektor emas setelah memperoleh izin usaha sebagai bank bullion.
Nasabah dapat mengakses layanan pembelian, penjualan, dan transfer emas.
Pengembangan layanan berbasis digital juga dilakukan melalui aplikasi BYOND by BSI.
Aplikasi ini menjadi salah satu kanal untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah, mulai dari pembukaan rekening dan transfer hingga investasi serta pembayaran.
BYOND by BSI turut menyediakan layanan sosial berbasis keuangan syariah, termasuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Dengan demikian, berbagai kebutuhan transaksi dan layanan sosial dapat diakses melalui satu aplikasi.
Jaringan digital dan fisik saling melengkapi
Ekspansi digital BSI berjalan beriringan dengan keberadaan jaringan layanan fisik.
Bank ini memiliki lebih dari 1.000 kantor cabang dan didukung oleh 130.000 layanan BSI Agen untuk menjangkau masyarakat melalui berbagai saluran pelayanan.
Untuk transaksi pembayaran, BSI menyediakan fasilitas QRIS dan EDC, serta layanan BEWIZE.
Bank tersebut juga mencatat sekitar 10 juta pengguna mobile banking, yang menjadi bagian dari ekosistem layanan digitalnya.
Kombinasi kanal digital dan jaringan fisik memungkinkan BSI menyediakan beragam pilihan akses bagi nasabah.
Layanan tersebut mencakup kebutuhan transaksi, pembiayaan, hingga aktivitas finansial lain yang tersedia dalam ekosistem perbankan syariah.
BSI juga mengembangkan layanan pembayaran lintas negara melalui QRIS antarnegara atau QRIS Cross Border.
Fasilitas ini telah menjangkau Jepang, Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, China, hingga Arab Saudi.
Jangkauan tersebut mendukung kebutuhan transaksi masyarakat Indonesia ketika berada di luar negeri.
Di Arab Saudi, layanan ini juga ditujukan untuk membantu aktivitas transaksi masyarakat yang menjalankan ibadah haji dan umrah.
Perluasan pembayaran lintas negara melengkapi layanan digital BSI yang sebelumnya mencakup transaksi domestik, pembiayaan, investasi, serta layanan sosial.
Berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan kanal elektronik untuk memenuhi kebutuhan nasabah dengan aktivitas yang beragam.
Pengembangan layanan digital BSI tidak hanya diarahkan pada kemudahan transaksi.
Bank ini juga berupaya menyesuaikan layanan dengan gaya hidup dan kebutuhan generasi muda, termasuk melalui layanan sosial serta aktivitas yang berkaitan dengan ekosistem halal.
Munir menekankan bahwa kanal elektronik memiliki peran yang semakin luas dalam hubungan antara bank dan nasabah.
Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat keterlibatan generasi muda sekaligus mendukung perluasan akses terhadap layanan keuangan syariah.
"Ke depan, e-channel tidak lagi sekadar sarana transaksi, tetapi menjadi gerbang utama yang menghubungkan nasabah dengan berbagai kebutuhan finansial dan gaya hidup halal," tukasnya.
"Pendekatan ini kami lakukan untuk membangun engagement yang lebih kuat dengan generasi muda sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia."
