Amaluddin Syarif, pria yang wajahnya dikenal luas melalui sampul berkas musik MP3 Indonesia pada awal milenium, meninggal dunia pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh tempatnya bekerja, Service Operation TIF (PT Telkom Infrastruktur Indonesia) Area 4 Makassar, melalui unggahan media sosial pada hari yang sama.
Dalam pernyataan itu, pihak kantor menyebut Amaluddin sebagai anggota Tim Fulfillment Servo TIF 4 dan menyampaikan ucapan belasungkawa bagi keluarga serta rekan kerja yang ditinggalkan.
Fotonya Melekat di Koleksi MP3
Nama Amaluddin lekat dengan pengalaman pengguna internet Indonesia yang mengunduh lagu MP3 pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
Fotonya kerap muncul sebagai gambar sampul berbagai berkas musik, meskipun ia bukan penyanyi ataupun figur publik di industri hiburan.
Dalam unggahan belasungkawa yang beredar di Threads, akun @cryandthemum juga mencantumkan tanggal lahir Amaluddin, yakni 5 Juli 1980.
CNN Indonesia melaporkan bahwa pihak tempatnya bekerja mengonfirmasi kabar kematian tersebut pada Kamis.
Amaluddin kembali menjadi perhatian publik pada Januari 2026, ketika kisah di balik foto yang selama bertahun-tahun menghiasi koleksi musik digital terungkap.
Dalam wawancara di acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, ia menceritakan kebiasaannya mengoleksi lagu-lagu Indonesia yang disukainya.
Koleksi tersebut diunggah ke layanan berbagi berkas 4Shared.
Untuk membedakan sekaligus merapikan koleksinya, Amaluddin menggunakan foto dirinya sebagai gambar sampul album.
Berkas musik yang diunggahnya kemudian diunduh dan dibagikan kembali oleh pengguna internet lain.
Penyebaran tersebut membuat fotonya muncul di berbagai koleksi MP3 dan perangkat komputer masyarakat Indonesia, hingga ia dikenal dengan sebutan Mas Stafaband.
Menurut laporan detik. com, Amaluddin mengaku merasa malu setelah mengetahui fotonya tersebar luas.
Ia merasa bukan orang terkenal, meskipun wajahnya telah dikenal oleh banyak pengguna internet melalui berkas musik yang mereka simpan.
Di luar perhatian publik yang muncul tanpa direncanakan itu, Amaluddin tetap menjalani kehidupan sehari-hari dan bekerja di lingkungan Telkom Group.
CNN Indonesia mengidentifikasi tempat kerjanya sebagai Service Operation TIF (PT Telkom Infrastruktur Indonesia) Area 4 Makassar.