unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Sydney FC Kunci Allianz Stadium 25 Tahun, Tim Putri Pindah Venue
News

Sydney FC Kunci Allianz Stadium 25 Tahun, Tim Putri Pindah Venue

Allianz Stadium, markas Sydney FC
Sydney FC Kunci Allianz Stadium 25 Tahun, Tim Putri Pindah Venue
A A Ukuran Teks16px

Sydney FC memastikan masa depan markasnya setelah mengumumkan kesepakatan penggunaan Allianz Stadium di Moore Park selama 25 tahun.

Perjanjian tersebut mencakup tim putra, tim putri, akademi, dan suporter, sekaligus memberi klub keleluasaan lebih besar dalam mengelola pengalaman pertandingan kandang.

Kesepakatan ini diumumkan menjelang pertandingan pembuka musim A-Leagues melawan Western Sydney Wanderers.

Klub menilai kepastian tersebut mendukung perencanaan jangka panjang dan pengembangan hubungan dengan komunitas pendukung.

Sejarah Panjang dan Komitmen Klub

Allianz Stadium memiliki sejarah panjang bersama Sydney FC sejak klub berkompetisi pada musim perdana A-League Men pada 2005.

Stadion tersebut menjadi lokasi berbagai pencapaian, termasuk gelar Championship 2006 dan 2017 serta pertandingan final Australia Cup.

Alina Barlow, pemilik sekaligus direktur Sydney FC, menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah penting bagi masa depan klub dan para pendukungnya.

"Ini adalah hari monumental bagi Sydney FC.

Mengamankan kandang kami untuk 25 tahun ke depan memberi klub, Anggota, dan pendukung kami kepastian untuk satu generasi," ujar Alina Barlow.

Barlow menekankan bahwa Allianz Stadium bukan sekadar tempat pertandingan, melainkan bagian penting dari perjalanan dan identitas klub.

Stadion tersebut telah menjadi tempat berlangsungnya kemenangan besar sekaligus tempat tumbuhnya generasi pendukung Sydney FC.

"Allianz Stadium memiliki tempat yang luar biasa dalam sejarah kami.

Di sinilah klub kami dimulai, tempat kami merayakan kemenangan terbesar dan tempat generasi pendukung jatuh cinta kepada Sky Blue," ujar Barlow.

Perjanjian tersebut juga memberi kepastian bagi pemain muda yang berkembang melalui akademi klub.

Menurut Barlow, keberlanjutan penggunaan stadion membantu generasi berikutnya membayangkan masa depan mereka bersama Sydney FC.

"Anak-anak yang datang ke pertandingan pertama mereka kini dapat tumbuh dengan mengetahui bahwa ini akan tetap menjadi kandang klub mereka, dan suatu hari mereka bisa berjalan keluar mengenakan Sky Blue," ujar Barlow.

Barlow turut mengaitkan kepastian markas dengan kesempatan pengembangan pemain akademi, termasuk mereka yang bercita-cita membela tim nasional Australia.

Klub menyatakan kesepakatan ini membuka ruang untuk menyusun rencana jangka panjang dan memperluas dukungan.

"Bagi generasi pemain berikutnya di Akademi kami, hal ini memberi mereka keyakinan bahwa masa depan mereka berada bersama Sydney FC, di Allianz Stadium," ujar Barlow.

Dengan kepastian tempat bermain, Sydney FC juga berencana mengembangkan basis pendukung dan menentukan arah pertumbuhan klub dalam jangka panjang.

"Kami kini dapat merencanakan dengan berani, memperluas dukungan kami dan menulis babak besar berikutnya dalam sejarah Sydney FC," ujar Barlow.

Dalam pengelolaan pertandingan, klub mengharapkan kendali operasional yang lebih besar dapat membantu menyesuaikan hiburan, suasana stadion, dan layanan penonton dengan identitas Sydney FC.

"Penggemar kami adalah jantung dari semua yang kami lakukan.

Kendali yang lebih besar pada hari pertandingan memberi kami kebebasan untuk membuat pengalaman tersebut mencerminkan siapa kami dan apa yang dihargai pendukung kami," ujar Barlow.

Klub ingin membangun pengalaman pertandingan kandang yang menyeluruh, mulai dari kedatangan penonton hingga pertandingan berakhir.

"Kami ingin setiap pertandingan kandang menjadi acara yang dinantikan orang, sejak mereka tiba hingga peluit akhir, dan membuat Allianz Stadium terasa semakin seperti rumah," ujar Barlow.

Kerrie Mather, CEO Allianz Stadium, menyambut kelanjutan kerja sama tersebut.

Ia menilai perjanjian baru akan mempertahankan hubungan klub dengan stadion yang menjadi tempat berlangsungnya sejumlah momen penting sepak bola Sydney.

"Ini adalah hari yang menggembirakan bagi sepak bola di Sydney.

Memperpanjang kemitraan 25 tahun kami dengan Sydney FC memberi klub dan penggemarnya tempat jangka panjang untuk disebut sebagai rumah," ujar Kerrie Mather.

Mather juga menyinggung perayaan gelar juara dan pertandingan derbi Sydney sebagai bagian dari sejarah bersama kedua pihak.

Ia berharap kerja sama tersebut terus memperkuat pengalaman penonton.

"Dari perayaan Championship hingga Sydney Derby yang tak terlupakan, Sydney FC telah membantu menciptakan beberapa momen paling terkenal di Allianz Stadium," ujar Mather.

Pengelola stadion berencana melanjutkan kemitraan dengan klub untuk menjaga warisan tersebut dan menyambut generasi pendukung berikutnya.

"Kami menantikan untuk terus bekerja sama dengan klub guna membangun warisan tersebut, meningkatkan pengalaman hari pertandingan dan menyambut generasi pendukung Sky Blue di Allianz Stadium," ujar Mather.

Menteri Olahraga Steve Kamper juga menyambut kesepakatan tersebut menjelang musim baru A-Leagues.

Ia menilai pengamanan markas jangka panjang menjadi perkembangan penting bagi klub dan sepak bola di Sydney.

"Cara yang luar biasa untuk memulai musim A-Leagues baru, dengan klub terbesar di kompetisi ini mengamankan kandang jangka panjangnya di sini, di kota olahraga terbaik di dunia," ujar Steve Kamper.

Kamper mengatakan Allianz Stadium akan terus menjadi titik temu bagi para pendukung Sydney FC selama masa perjanjian berlangsung.

"Selama 25 tahun ke depan, penggemar Sydney FC akan terus menyebut Allianz Stadium sebagai rumah, membawa gairah dan energi yang telah membantu membentuk kisah sukses luar biasa klub," ujar Kamper.

Tantangan Tim Putri di Musim Baru

Di sisi lain, tim putri Sydney FC menghadapi tantangan operasional pada musim baru karena harus menggunakan sejumlah stadion berbeda.

Menurut laporan AAP, mereka akan membuka kampanye dengan menjamu Adelaide United di pusat atletik Sydney Olympic Park ketika Leichhardt Oval menjalani renovasi besar.

Perubahan lokasi pertandingan itu terjadi saat Sydney FC berupaya memperbaiki hasil setelah finis di posisi ke-10 musim sebelumnya dan gagal mencapai babak final untuk musim kedua berturut-turut.

Her Football Hub mencatat klub sebelumnya selalu mencapai babak final sebelum kegagalan pada musim 2024/25.

James Slaveski kini menjalani musim penuh pertamanya sebagai pelatih permanen setelah mengambil alih tim sebagai pelatih sementara ketika Ante Juric meninggalkan jabatannya.

Perubahan kepemimpinan tersebut disertai perombakan skuad putri.

Mackenzie Hawkesby meninggalkan klub setelah mencatat 114 penampilan dan 28 gol selama tujuh musim.

Menurut Her Football Hub, pemain lain yang juga pergi ialah Hana Lowry, Tori Tumeth, Abbey Lemon, Caley Tallon-Henniker, Heather Hinz, dan Madison Ayson.

Sydney FC turut memperkuat skuad dengan kembalinya penjaga gawang Jada Whyman setelah dua tahun bermain di Swedia bersama AIK.

Amy Chessari juga bergabung, sementara Riley Cohn, pencetak gol terbanyak tim pada musim sebelumnya, kembali memperkuat tim putri.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru