Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatra bagian selatan serta Kalimantan terbawa angin tenggara dan memengaruhi kualitas udara di Singapura dan Malaysia.
Dampaknya terasa pada bisnis pariwisata yang mengandalkan kegiatan luar ruangan, dengan penurunan pemesanan hingga 30 persen di Singapura.
Singapura: Penurunan Pemesanan dan Penyesuaian Rute
Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyatakan kualitas udara di sejumlah wilayah masuk kategori tidak sehat.
Pada 4 September 2026, indeks standar polutan (PSI) 24 jam di pusat Singapura mencapai 101.
Kondisi memburuk pada Oktober; laporan Reuters 14 Oktober 2026 mencatat konsentrasi PM2.5 per jam di wilayah barat Singapura mencapai 284 mikrogram per meter kubik, tertinggi sepanjang 2026.
On A Roll Tour, penyedia tur kick scooter dan jalan kaki, mengalami penurunan pemesanan sekitar 10-20 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Pendiri perusahaan, Yeo Yen Ping, menilai kabut asap bukan satu-satunya faktor; kenaikan harga hotel dan tiket pesawat juga menekan permintaan.
Tur kick scooter biasanya menempuh 8-10 kilometer, namun saat udara buruk pelanggan dapat memilih jalan kaki atau lebih banyak berada di lokasi dalam ruangan.
Rute disesuaikan dengan memasukkan tempat berpendingin udara seperti National Gallery, Victoria Theatre and Concert Hall, museum, dan Singapore City Gallery.
Wonderlust Adventures, penyewaan kapal pesiar di perairan terbuka, mencatat penurunan sekitar 30 persen sejak September 2026.
Direktur Quek Wee Teck menyebut wisatawan menyumbang lebih dari separuh pelanggan, dengan pasar mencakup China, India, Eropa, Australia, dan Amerika Serikat.
Setiap penyewaan berlangsung sekurangnya empat jam dan sebagian besar waktu dihabiskan di ruang terbuka, sehingga sulit disesuaikan saat kualitas udara menurun.
Perusahaan juga melaporkan berkurangnya wisatawan asal China, yang biasanya datang pada libur Hari Nasional China mulai 1 Oktober.
Sementara itu, Singapore River Cruise belum mencatat perubahan bisnis berarti, antara lain karena perjalanan relatif singkat sekitar 40 menit.
Malaysia: Aktivitas Dialihkan ke Lokasi Tertutup
Presiden Malaysian Inbound Tourism Association, Mint Leong, mengatakan operator mempersingkat kegiatan luar ruangan dan menggantinya dengan aktivitas di dalam bangunan.
Pusat perbelanjaan dan museum menjadi alternatif agar perjalanan tetap berlangsung meski aktivitas luar ruangan dibatasi.
Pemerintah Malaysia menyoroti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Pada 8 Oktober, Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan situasi telah mencapai tingkat mengkhawatirkan dan dirinya telah menghubungi Presiden Prabowo Subianto.
Anwar mengatakan, "Masalah kabut asap sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Saya secara pribadi telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau telah menyetujui untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan."
Malaysia juga meningkatkan frekuensi operasi modifikasi cuaca, meskipun hasilnya belum maksimal.
Sehari setelah pernyataan itu, pemerintah Malaysia menyebut masih menunggu tanggapan Indonesia atas tawaran bantuan berupa pesawat pemadam kebakaran, tiga helikopter, dan 52 personel.