unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Trump Sebut Serangan Ukraina ke Kilang Rusia sebagai 'Aib
News

Trump Sebut Serangan Ukraina ke Kilang Rusia sebagai 'Aib

Presiden AS Donald Trump saat berbicara dalam wawancara dengan Newsmax
Trump Sebut Serangan Ukraina ke Kilang Rusia sebagai 'Aib
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut serangan Ukraina ke kilang minyak Rusia sebagai "aib" karena membuat harga energi global tetap tinggi.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Newsmax yang ditayangkan pada Kamis.

Ukraina menyerang kilang minyak Rusia setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan Kyiv meninggalkan gencatan senjata yang mencakup situs energi dan mengkritik kesediaan Trump membuat kesepakatan dengan Moskow.

Serangan itu menyasar kilang Rosneft di tenggara Moskow yang membantu memasok ibu kota Rusia.

"Yang dia lakukan hanya membuat harga minyak dunia lebih tinggi. Menurut saya itu aib," kata Trump.

Trump menilai ada banyak target lain yang bisa diserang, tetapi menembaki kilang diesel justru merugikan dunia karena diesel dibutuhkan banyak pihak.

Rusia membalas dengan serangan rudal dan drone yang menyasar fasilitas energi seperti pembangkit listrik, memutus pasokan bagi ratusan ribu orang.

Zelenskyy kepada Financial Times mengatakan kesabaran Ukraina sudah habis.

Upaya Mediasi dan Hubungan Trump-Zelenskyy

Pemerintahan Trump berupaya menengahi kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri perang yang dimulai dengan invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022.

Kepada Newsmax, Trump mengulang keyakinannya bahwa Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin saling membenci sehingga konflik sulit diakhiri.

"Saya bukan penggemar besar Zelenskyy," ujar Trump.

Ia menilai keduanya sebenarnya ingin perang berakhir, tetapi Zelenskyy lebih sulit diajak berurusan dibandingkan Putin.

Saat Trump menekan Kyiv untuk menghentikan serangan ke kilang minyak Rusia, Ukraina menghadapi pengurangan penggunaan sistem satelit yang diandalkan untuk komunikasi medan tempur dan operasi drone.

Perintah itu berasal dari dalam Gedung Putih, menurut dua pejabat AS dan seorang pejabat Barat yang diberi penjelasan.

Tidak dijelaskan siapa di Gedung Putih yang membuat keputusan tersebut atau bertanggung jawab melaksanakannya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru