unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Nvidia dan Apple Donasi 25 Juta Dolar AS, Total Ballroom Rp330 Juta Dolar
News

Nvidia dan Apple Donasi 25 Juta Dolar AS, Total Ballroom Rp330 Juta Dolar

Ilustrasi Gedung Putih dan proyek ballroom
Nvidia dan Apple Donasi 25 Juta Dolar AS, Total Ballroom Rp330 Juta Dolar
A A Ukuran Teks16px

Nvidia dan Apple berkomitmen menyumbangkan masing-masing 25 juta dolar AS untuk proyek pembangunan ballroom di Gedung Putih.

Total dana yang dihimpun untuk proyek yang diinisiasi Presiden Donald Trump itu telah melampaui 330 juta dolar AS.

Laporan The Washington Post yang dikutip Detik iNET menyebut sejumlah perusahaan teknologi besar Amerika Serikat turut serta dalam pendanaan.

Amazon, Palantir, ServiceNow, Meta Platforms, dan Microsoft tercatat memberikan sumbangan jutaan dolar.

Cisco dan ServiceNow mengonfirmasi donasi masing-masing sebesar 5 juta dolar AS.

Tanggapan Perusahaan

Juru bicara Nvidia menyatakan dukungan perusahaan terhadap Amerika Serikat tidak berkaitan dengan kepentingan komersial.

Pernyataan itu disampaikan kepada CNBC dan dikutip oleh Detik iNET.

"Sebagai perusahaan Amerika, dukungan kami terhadap Amerika Serikat adalah yang terpenting dan terlepas dari kepentingan bisnis apa pun," kata juru bicara Nvidia.

Nvidia menjelaskan donasi disalurkan melalui yayasan yang dinilai melayani kepentingan publik dan tidak berafiliasi dengan kepentingan politik tertentu.

Juru bicara Nvidia menambahkan, "Kami bangga bisa memberikan donasi ke yayasan perwalian nonpartisan yang melayani seluruh rakyat Amerika dan telah menyampaikannya secara publik sejak donasi tersebut diberikan."

ServiceNow menegaskan donasi tersebut terpisah dari aktivitas bisnisnya dengan pemerintah Amerika Serikat.

"Bisnis ServiceNow dengan pemerintah AS terpisah dan tidak ada kaitannya dengan donasi yang kami berikan untuk tujuan apa pun.

Segala upaya untuk menghubungkan kedua proses tersebut sama sekali tidak akurat," sebut ServiceNow.

Microsoft dan Meta Platforms tidak memberikan komentar mengenai laporan tersebut.

Amazon, Apple, HP Inc., Micron, Palantir, Salesforce, dan Vast Space juga belum menanggapi permintaan komentar, meskipun tercantum sebagai donatur utama dalam laporan The Washington Post.

Menurut laporan tersebut, dana untuk proyek ballroom disalurkan melalui sebuah yayasan nirlaba.

Para donatur menerima formulir komitmen yang mencantumkan nama proyek sebagai Donald J. Trump Ballroom.

Pengumpulan dana swasta ini menarik perhatian anggota parlemen dan sejumlah ahli.

Mereka meminta keterbukaan mengenai identitas para penyumbang serta menyoroti kemungkinan hubungan antara kontribusi keuangan, keputusan kebijakan, dan pemberian kontrak federal.

Perhatian itu muncul ketika sejumlah perusahaan teknologi besar memiliki hubungan bisnis dengan pemerintah Amerika Serikat.

Beberapa perusahaan dilaporkan memperoleh kontrak bernilai ratusan juta dolar melalui proyek infrastruktur kecerdasan buatan dan sektor pertahanan selama masa jabatan kedua Trump.

Sejumlah pemimpin industri teknologi juga kerap menghadiri jamuan kenegaraan dan pertemuan di Washington.

CEO Meta Mark Zuckerberg dan CEO Nvidia Jensen Huang termasuk tokoh yang hadir dalam berbagai kegiatan tersebut, termasuk acara makan siang mengenai kecerdasan buatan di Gedung Putih pada 29 September.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru