Arsenal berencana mengurangi 60 posisi pekerjaan di tengah perpanjangan kontrak pelatih Mikel Arteta hingga 2030.
Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada sekitar tujuh persen dari total 871 staf tetap klub.
Direktur Eksekutif Arsenal, Richard Garlick, disebut telah menyampaikan informasi mengenai rencana pengurangan tenaga kerja kepada para karyawan.
Langkah ini menjadi sorotan karena diumumkan hanya berselang sekitar satu pekan setelah Arteta memperoleh kontrak baru yang disertai kenaikan gaji.
Dampak dan Pengecualian
Meski demikian, pengurangan tenaga kerja tersebut tidak mencakup seluruh bagian organisasi klub.
Posisi di luar lapangan yang berkaitan dengan staf pelatih dan staf kinerja, baik pada tim pria maupun tim wanita, disebut tidak akan terkena dampak kebijakan tersebut.
Jumlah 60 posisi yang akan dipangkas menjadi bagian dari penataan tenaga kerja Arsenal.
Dengan total 871 staf tetap, kebijakan itu diperkirakan memengaruhi hingga tujuh persen dari keseluruhan karyawan klub.
Informasi mengenai rencana tersebut disampaikan melalui Richard Garlick kepada para pekerja.
Namun, berdasarkan keterangan yang tersedia, posisi yang mendukung kegiatan tim pria dan wanita, khususnya staf pelatih serta staf kinerja, tidak termasuk dalam bagian yang terdampak.
Keputusan pengurangan tenaga kerja ini muncul ketika Arsenal juga memberikan kepastian mengenai masa depan Arteta.
Pelatih asal Spanyol berusia 44 tahun itu baru saja mendapatkan perpanjangan kontrak dengan masa kerja hingga 2030.
Kontrak Baru dan Kenaikan Gaji Mikel Arteta
Perpanjangan kontrak selama empat tahun membuat Arteta tetap menangani Arsenal hingga 2030.
Kesepakatan tersebut diberikan setelah ia membawa klub meraih gelar juara Liga Inggris pada musim sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam laporan sumber.
Sebelum kontrak baru, Arteta dilaporkan menerima gaji sebesar 10 juta paun per tahun.
Selain itu, terdapat bonus senilai 5 juta paun, sedangkan penghasilannya setelah perpanjangan kontrak diperkirakan dapat mencapai 20 juta paun per tahun atau sekitar Rp 481 miliar.
Dengan perkiraan pendapatan tersebut, Arteta disebut menjadi manajer dengan bayaran tertinggi di Liga Inggris saat ini.
Informasi mengenai kenaikan gajinya menjadi bagian dari sorotan karena muncul berdekatan dengan pengumuman rencana pengurangan posisi kerja di Arsenal.
Tanggapan Arteta mengenai pengurangan karyawan
Menjelang pertandingan melawan Nottingham Forest, Arteta mendapat pertanyaan mengenai keputusan klub mengurangi jumlah karyawan.
Ia menjelaskan bahwa dirinya telah memperoleh pemaparan mengenai proses dan analisis yang mendasari kebijakan tersebut.
Dalam keterangannya, Arteta menyampaikan bahwa langkah itu merupakan bagian dari upaya klub untuk memperbaiki kinerja dan menempatkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan organisasi.
"Saya telah diberi penjelasan mengenai proses ini, serta analisis yang telah dilakukan di seluruh klub, dengan tujuan untuk terus berkembang dan meningkatkan diri," kata Arteta.
Ia kemudian menjelaskan bahwa sejumlah keputusan perlu diambil agar klub dapat mengalokasikan sumber daya secara tepat sekaligus melanjutkan investasi untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
"Beberapa keputusan harus diambil untuk menempatkan orang-orang pada posisi yang tepat, serta terus berinvestasi, guna mencapai apa yang ingin kami capai, kesuksesan yang ingin kami wujudkan.
Hal itu telah dijelaskan."
Meski telah menerima penjelasan mengenai proses tersebut, Arteta menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang paling tepat untuk memberikan jawaban lebih jauh tentang kebijakan pengurangan tenaga kerja.
Ia juga meminta agar posisinya dalam persoalan itu dihormati.
"Tentu saja, saya bukan orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan itu. Itu sudah pasti.
Dan semoga semua orang akan menghormati hal itu," kata Mikel Arteta.