PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten Grup Sinar Mas, mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback senilai maksimal Rp1 triliun di tengah gejolak pasar saham Indonesia.
Pengumuman itu disampaikan melalui keterbukaan informasi pada Senin (19/10/2026). DSSA menetapkan periode buyback mulai 19 Oktober 2026 hingga 18 Januari 2027, yang dapat berakhir lebih cepat apabila dana telah habis atau target saham tercapai.
"Pembelian kembali saham ini dilakukan sebagai salah satu upaya perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, meningkatkan kinerja saham sesuai dengan kondisi fundamental perseroan, dan menjaga kepercayaan publik," kata manajemen DSSA.
Dana dari Kas Internal
Manajemen menegaskan dana buyback berasal dari kas internal perusahaan. DSSA meyakini aksi korporasi tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja, pendapatan, maupun kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan pembiayaan.
Arus kas dan modal kerja dinilai masih mencukupi untuk mendukung kegiatan operasional, belanja modal, dan pelaksanaan buyback. Pembelian saham akan dilakukan sekaligus atau bertahap, melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, dengan harga yang dinilai baik dan wajar sesuai ketentuan berlaku.
Respons atas Gejolak IHSG
Langkah DSSA muncul setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen ke level 5.185,11 pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Tekanan menguat setelah MSCI membuka konsultasi publik terkait usulan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Pada perdagangan Senin (19/10/2026), IHSG kembali melemah 5,06 persen ke level 4.922,80. Sejumlah saham Grup Sinar Mas ikut tertekan hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), termasuk DSSA yang turun 6,99 persen ke level Rp665 per saham.
Rencana buyback mengacu pada ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023 dan Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 mengenai pelaksanaan buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Biaya transaksi diperkirakan sekitar 0,20 persen dari nilai saham yang dibeli kembali.