Produksi pasta Italia terancam akibat aksi protes sopir truk di wilayah selatan negara itu.
Mereka memblokir pengiriman ke pabrik sebagai bentuk penolakan terhadap lonjakan harga bahan bakar dan biaya hidup.
Pembuat pasta Rummo yang berbasis di Campania mengumumkan pada Selasa bahwa pihaknya menghentikan produksi setelah kehabisan bahan baku.
Hampir semua produsen pasta besar di wilayah tetangga, Puglia, menghadapi kesulitan serupa.
CEO Cosimo Rummo mengatakan kepada harian la Repubblica bahwa sebagian besar produksi pasta Italia telah terhenti atau mendekati kondisi itu.
Campania, Puglia, dan Sisilia merupakan jantung produksi pasta negara tersebut.
La Molisana, produsen lain di wilayah Molise, melaporkan penurunan produksi yang signifikan. Perusahaan itu terpaksa mengandalkan stok bahan mentah seperti gandum dan tepung semola.
Dampak ke Pasokan Pangan dan Harga
Kelompok lobi pertanian Confagricoltura memperingatkan bahwa produsen di Sisilia harus memusnahkan produk mudah rusak dalam jumlah besar jika transportasi tidak segera pulih.
Kekhawatiran juga meningkat soal pasokan pangan di Roma akibat kemacetan logistik dari Italia selatan.
Centro Agroalimentare Roma (CAR), pasar grosir buah dan sayur terbesar di Italia, menyatakan bahwa blokade jalan dan kenaikan biaya transportasi menyebabkan kelangkaan produk seperti tomat, paprika, dan anggur.
Kondisi ini mendorong harga naik dan meningkatkan ketergantungan pada impor dari negara seperti Spanyol dan Albania.
Rantai pasok pasta Italia tahun lalu menghasilkan pendapatan sebesar 13,5 miliar euro, menurut laporan European House-Ambrosetti (TEHA Group) pada September.
Angka itu menunjukkan betapa pentingnya sektor ini bagi perekonomian negara.
Pemerintah berjanji menambah bantuan bagi pengusaha angkutan jalan.
Setelah bertemu perwakilan mereka pada Selasa, Wakil Menteri Infrastruktur Edoardo Rixi mengatakan paket bantuan senilai lebih dari 150 juta euro akan segera tersedia.
Pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni juga menyiapkan tindakan keamanan menyusul kerusuhan akhir pekan di Milan dan kota-kota utara lainnya.
Kerusuhan itu berkembang dari demonstrasi menentang inflasi.
Vincenzo Aleccia, presiden konsorsium truk Trapani di kota pelabuhan Sisilia bagian barat, mengakui gangguan yang ditimbulkan sangat besar.
Namun ia menegaskan bahwa aksi tersebut damai dan demi kepentingan rakyat karena kenaikan harga berdampak pada semua orang.
Protes yang dimulai pekan lalu dengan memblokir jalan, jalan tol, dan pelabuhan di Sisilia serta wilayah selatan menyebabkan kelangkaan di supermarket dan antrean panjang di stasiun bahan bakar.
Warga Locri, Zineb Boutimah (45), mengaku harus pergi ke kota terdekat untuk menimbun tepung dan makanan pokok.
Elena Lombardo (78), juga dari Locri, mengatakan petugas stasiun bahan bakar menyarankannya mengisi tangki pada Senin.
Petugas itu memperingatkan tidak tahu apakah akan ada bensin esok hari, dan pada Selasa stasiun tersebut tutup.