Kementerian Perdagangan China mengkritik perintah pemerintah Amerika Serikat yang melarang model AI China, DeepSeek, digunakan di sistem IT lembaga federal.
Menurut kementerian itu, kebijakan tersebut merugikan kepentingan perusahaan China dan mengabaikan kesepahaman yang pernah dicapai para pemimpin kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan pada Selasa sebagai respons atas langkah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.
Larangan dan Alasan Keamanan AS
DHS pada Senin memerintahkan penghapusan produk DeepSeek serta layanan pihak ketiga yang memakai model AI China itu dari sistem IT lembaga federal sipil.
Lembaga tersebut juga dilarang memperoleh produk DeepSeek maupun layanan pihak ketiga yang dikembangkan menggunakan model tersebut.
DHS menilai model DeepSeek menimbulkan berbagai vektor ancaman dan menimbulkan kekhawatiran soal perpindahan data sensitif ke China jika dipakai pegawai pemerintah atau vendor AS.
Kementerian Perdagangan China menyatakan sangat tidak puas dan tegas menolak perintah tersebut.
China berharap AS melaksanakan kesepahaman para pemimpin, bergerak ke arah yang sama, dan memanfaatkan mekanisme dialog AI China-AS.
Dalam pernyataan terpisah, kementerian itu juga menolak sanksi AS terhadap lima entitas China atas tuduhan pencurian rahasia dagang AI.
Entitas yang disanksi Departemen Luar Negeri AS pada Senin mencakup Shanghai Zhisuan Technology, firma modal ventura yang membiayainya, serta tiga entitas terkait.
Pendiri Zhisuan, Linwei Ding, mantan insinyur perangkat lunak Google, dinyatakan bersalah pada Januari karena mencuri rahasia dagang AI, meski vonisnya sebagian dibatalkan pada Agustus.
Kementerian China menuduh AS membesar-besarkan isu pencurian rahasia dagang dan mencemarkan nama perusahaan China.
Menurut Beijing, perkembangan pesat perusahaan AI China adalah hasil investasi jangka panjang serta komitmen pada kemandirian teknologi dan kerja sama terbuka, bukan pencurian rahasia dagang.
