SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Ada paradoks di Bursa Efek Indonesia pekan ini. IHSG melesat 4,90 persen sepanjang perdagangan 19–23 Oktober 2026 — dari 5.185 menjadi 5.439 — tetapi investor asing justru memperbesar penjualan bersihnya menjadi Rp6,67 triliun (369,83 juta dolar AS), naik dari Rp3,19 triliun pada pekan sebelumnya. Reli ini, dengan kata lain, digerakkan pasar domestik.
Nilai Pasar Bertambah Rp426 Triliun
Berdasarkan data BEI, kapitalisasi pasar naik 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun dari Rp9.157 triliun — bertambah sekitar Rp426 triliun dalam sepekan. Minat transaksi juga naik: rata-rata nilai transaksi harian tumbuh 25,42 persen menjadi Rp20,34 triliun (dari Rp16,22 triliun) dan frekuensi harian naik 13,80 persen menjadi 1,95 juta kali (dari 1,72 juta kali). Hanya rata-rata volume harian yang turun 9,39 persen menjadi 39,96 miliar saham dari 44,10 miliar saham.
Semua Sektor Hijau
Penguatan menyebar ke hampir seluruh lantai bursa: 651 saham naik (sekitar 67 persen), 155 turun (sekitar 16 persen), dan 157 stagnan, dengan 580 emiten naik lebih dari 2 persen. Seluruh indeks sektoral menguat — transportasi dan logistik memimpin dengan +9,02 persen, disusul energi (+6,37 persen), infrastruktur (+5,68 persen), properti dan real estat (+5,39 persen), serta keuangan (+4,96 persen). Sektor teknologi nyaris tidak bergerak dengan kenaikan hanya 0,03 persen.