unique visitors counter
⌂ Beranda › News › ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non PNS, Cek Formasi dan Batas Usianya
News

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non PNS, Cek Formasi dan Batas Usianya

Gedung kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non PNS, Cek Formasi dan Batas Usianya
A A Ukuran Teks16px

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka rekrutmen dosen tetap non Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk dua program studi.

Formasi yang tersedia adalah S1 Kedokteran dan S1 Teknik Pertambangan, dengan pendaftaran berlangsung 23 Oktober hingga 3 November 2026 melalui laman Admisi ITS.

Penempatan dosen bidang kedokteran berada di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, sedangkan formasi Teknik Pertambangan di Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian.

Persyaratan Usia dan Kewarganegaraan

Pelamar berkualifikasi S2 harus berusia 18–35 tahun, sementara pelamar dengan kualifikasi Spesialis 1 (Sp1) berusia 18–45 tahun.

Batas usia tersebut dihitung berdasarkan ketentuan pada 1 November 2026.

Calon dosen wajib merupakan warga negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, serta tidak menggunakan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Mereka juga tidak boleh pernah dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Pelamar tidak boleh menjadi anggota atau pengurus partai politik maupun terlibat dalam politik praktis.

Peserta tidak boleh berstatus sebagai calon PNS, PNS, PPPK, prajurit TNI, atau anggota Polri.

Selain itu, pelamar tidak boleh sedang terikat kontrak kerja atau ikatan dinas pada instansi lain maupun menjalani pendidikan atau pelatihan dengan beasiswa yang mewajibkan ikatan dinas.

Syarat Akademik dan Kemampuan Bahasa

ITS menetapkan persyaratan akademik berbeda untuk pelamar S2 dan Sp1.

Kandidat berkualifikasi S2 harus memiliki IPK minimal 3,00 untuk jenjang S1 dan/atau pendidikan profesi serta IPK minimal 3,25 untuk jenjang S2, berdasarkan skala 0–4.

Sementara itu, pelamar berkualifikasi Sp1 wajib memiliki IPK minimal 3,00 pada jenjang S1 dan/atau pendidikan profesi serta minimal 3,25 pada jenjang Sp1.

Publikasi ilmiah di seminar internasional dan pengalaman kerja sama dengan mitra luar negeri menjadi nilai yang diutamakan bagi kandidat Sp1.

Untuk kemampuan akademik, pelamar wajib memiliki nilai TPA atau TKDA minimal 500.

Sertifikat harus masih berlaku, dengan batas maksimal dua tahun sejak tanggal tes, dan berasal dari ITS, Unair, Unpad, UI, Bappenas, lembaga resmi anggota PLTI, atau HIMPSI.

Persyaratan bahasa Inggris mencakup TOEFL PBT minimal 500, TOEFL IBT minimal 61, TOEFL CBT minimal 173, atau IELTS minimal 6.

Pelamar juga diwajibkan menyusun esai berbahasa Inggris sesuai format yang ditentukan.

Khusus lulusan S2, kandidat yang dinyatakan lolos seleksi harus menandatangani surat pernyataan untuk melanjutkan studi ke jenjang S3 saat pemberkasan akhir.

Seluruh calon dosen terpilih juga harus bersedia menjalani ikatan dinas dengan ITS minimal lima tahun.

Dokumen dan Alur Pendaftaran

Dokumen yang harus diunggah meliputi surat lamaran berbahasa Indonesia yang ditujukan kepada Rektor ITS dan ditandatangani, KTP, ijazah sesuai kualifikasi, transkrip nilai, serta bukti akreditasi perguruan tinggi dan program studi.

Pelamar juga harus menyiapkan daftar riwayat hidup, pas foto formal berlatar putih, foto resmi setengah badan, surat keterangan sehat, dan surat pernyataan bermeterai Rp10.000.

Berkas pendukung lainnya mencakup sertifikat TPA atau TKDA, sertifikat TOEFL atau IELTS yang masih berlaku maksimal dua tahun sejak tes, bukti publikasi ilmiah, pengalaman kerja, dan pelatihan.

Pelamar yang memiliki NUPTK wajib menyerahkan surat keputusan pemberhentian serta surat lolos butuh dari perguruan tinggi asal saat pemberkasan.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman Admisi ITS.

Peserta perlu menyiapkan dokumen dan alamat email aktif, membuat akun, kemudian masuk menggunakan nama pengguna dan email yang didaftarkan untuk mengisi data serta mengunggah berkas.

Hanya pelamar yang melengkapi seluruh data dan dokumen yang dapat melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.

Kandidat yang lolos juga harus bersedia mulai bertugas pada Desember 2026 atau sesuai waktu yang ditetapkan ITS.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru