Tiga pembalap muda asal Sulawesi Utara menuntaskan putaran final Mandalika Festival of Speed 2026 dengan cerita yang berbeda-beda, dari podium hingga gagal finis, dan semuanya mendapat dukungan langsung dari komunitasnya.
Ketiganya turun di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika dengan Kartu Izin Start dari IMI Sulawesi Utara. Hasil terbaik datang dari Sebastian Kennhard Tamuntuan yang berlaga di kelas ITCR 1200cc Seeded B: podium ketiga pada Race 1, lalu naik ke podium pertama pada Race 2.
Perjuangan Rexking dan Brandon
Rexking David Luntungan, yang baru berusia 15 tahun, tampil di kelas OMR Agya KRIDA Non-Seeded. Ia gagal start pada Race 1 karena kendala kendaraan, kemudian bangkit dan finis keenam pada Race 2 meski harus memulai dari barisan belakang. Sementara itu Brandon Eman di kelas ITCR 1200cc Non-Seeded harus mengakhiri kedua balapan lebih awal, termasuk setelah insiden di lintasan pada Race 2.
Toyota Agya Club Chapter Manado memberi dukungan penuh, terutama untuk keikutsertaan Rexking. Ketua Umum Toyota Agya Club, Steven Jacobus, hadir langsung di Mandalika untuk menyemangati para pembalap muda Sulut, termasuk tim Toyota Gazoo Racing Indonesia yang memakai Toyota Agya Stylix.
Apresiasi untuk Banyak Pihak
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, mulai dari gubernur dan wakil gubernur hingga Dispora, KONI, dan IMI Sulut. Bagi para pembalap muda ini, pengalaman di Mandalika menjadi bekal penting untuk melangkah ke jenjang balap yang lebih tinggi.