unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Sinopsis The Doll Ghawiah, Awal Mula Teror Boneka di Semesta The Doll
Hiburan

Sinopsis The Doll Ghawiah, Awal Mula Teror Boneka di Semesta The Doll

Sinopsis The Doll Ghawiah, Awal Mula Teror Boneka di Semesta The Doll
A A Ukuran Teks16px

The Doll Ghawiah mengajak penonton kembali ke titik awal kutukan di semesta The Doll, lewat kisah sebuah keluarga yang pindah rumah demi hidup baru, namun justru disambut teror.

Film prekuel garapan sutradara Guntur Soeharjanto ini berlatar 1988. Arya yang diperankan Darius Sinathrya dan Evi yang diperankan Titi Kamal memutuskan pindah dari Jakarta ke kawasan Babakan Siliwangi, Bandung, bersama dua putri mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane). Kepindahan itu dilakukan setelah usaha keluarga bangkrut, dengan harapan membuka restoran dan memulai lembaran baru.

Harapan itu runtuh ketika Nala bertemu anak misterius di hutan dan menerima boneka bernama Ghawiah, yang berarti tersesat. Boneka itu berpindah tempat tanpa disentuh, dan gangguan demi gangguan mulai menghantui keluarga tersebut.

Legenda Uci di Balik Boneka

Melalui Laras (Sara Wijayanto), pelayan restoran setempat, terungkap legenda arwah anak bernama Uci (Fara Shakila) yang meninggal akibat tabrak lari di Jalan Siliwangi dua tahun sebelumnya. Arwah itu disebut kembali bersama bonekanya, dan itulah akar teror yang dialami keluarga Arya dan Evi.

Dari sisi produksi, boneka Ghawiah dibuat khusus oleh perajin lokal Pak Orlando di Bali bersama pakar animatronik dari Amerika Serikat, dengan dana miliaran rupiah untuk gerak nirkabel, ekspresi, dan kostum detail. Adegan klimaksnya bahkan menghancurkan set rumah kaca seluas lapangan tenis. Film ini tayang mulai 29 Oktober 2026, termasuk di 18 layar IMAX Indonesia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru