Konser Andrea Bocelli di Indonesia akan tetap berlangsung sesuai jadwal meski mendapat penolakan. Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan pengibaran bendera setengah tiang sebagai bentuk protes simbolik.
Promotor Shoemaker Live memastikan rangkaian "Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia" tetap digelar di dua lokasi. Konser pertama berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, disusul JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Kepastian itu disampaikan founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, dalam pernyataan resmi pada Rabu, 28 Oktober 2026. Promotor menyatakan keputusan diambil setelah mendengarkan berbagai pandangan dan masukan dari banyak pihak.
Seruan MUI: Bendera RI dan Palestina Setengah Tiang
Menanggapi kepastian konser tersebut, MUI menyerukan masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera Palestina setengah tiang secara serentak. Seruan itu disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, di BKSAP DPR RI pada Kamis, 29 Oktober 2026.
MUI juga mendorong jalur penolakan yang damai dan konstitusional, antara lain menyampaikan pernyataan sikap kepada pemerintah pemberi izin, melayangkan protes langsung kepada manajemen artis dan promotor, serta memasang baliho penolakan. MUI menyatakan menyesalkan izin yang diterbitkan Kepolisian dan meminta pemerintah mengevaluasi serta membatalkan konser.
Rekam Jejak yang Disorot MUI
Dalam sikapnya, MUI menyoroti rekam jejak Bocelli yang disebut terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk IDF di Los Angeles pada 2010, serta pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022. Kedua hal tersebut merupakan sorotan MUI, bukan hasil verifikasi independen dalam pemberitaan ini.
MUI menegaskan sikapnya bukan bentuk penolakan terhadap seni atau perbedaan agama, melainkan menyangkut tanggung jawab etis seorang figur publik, dengan mengaitkannya pada amanat Pembukaan UUD 1945.
Jawaban Promotor: Pesan Perdamaian dan Rencana Donasi
Shoemaker Live menekankan konser ini akan membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan, termasuk lagu yang didedikasikan untuk kemanusiaan di setiap pertunjukan. Promotor juga menyampaikan rencana donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan wilayah terdampak konflik. Perlu dicatat, donasi tersebut masih berupa rencana promotor, bukan kegiatan yang sudah terlaksana.