Perkiraan besaran sanksi untuk Manchester City mulai terkuak, dan angkanya terbilang besar: pengurangan 40 hingga 50 poin, jika klub terbukti melakukan pelanggaran aturan keuangan Premier League.
Perlu ditegaskan sejak awal: angka itu adalah perkiraan dan laporan, bukan putusan resmi. Manchester City dilaporkan menghadapi kemungkinan sanksi tersebut jika terbukti melakukan 114 pelanggaran aturan keuangan Premier League. Klub sendiri dilaporkan konsisten membantah semua tuduhan dan bertekad melawan melalui jalur hukum.
Kasus ini disebut berasal dari investigasi selama tiga setengah tahun, yang berpusat pada dugaan manipulasi kesepakatan sponsor fiktif senilai sekitar 900 juta poundsterling, atau sekitar Rp21,9 triliun, antara 2009 dan 2018. Selama periode yang dipersoalkan itu, klub milik Sheikh Mansour disebut mengamankan tiga gelar Liga Inggris.
Bagaimana Sanksi Itu Diperkirakan Dijatuhkan?
Menurut laporan Football Insider yang dikutip, sumber dari FA dan Premier League mengindikasikan pengurangan 40 hingga 50 poin jauh lebih mungkin diterapkan sekaligus dalam satu musim penuh daripada dicicil lintas musim. Jika terbukti bersalah, ancaman hukumannya bukan hanya denda besar atau larangan transfer, melainkan pengurangan poin masif yang bisa mengeluarkan City dari persaingan papan atas.
Putusan akhir kasus ini diperkirakan keluar paling lambat 8 Februari mendatang. Artikel sumber tidak menyebut tahun pada bagian yang dibaca, sehingga tanggal itu harus dibaca sebagai perkiraan semata, bukan jadwal putusan yang sudah dipastikan.
Strategi Hukum dan Rekor yang Diperkirakan Pecah
Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire dilaporkan menilai City menyiapkan strategi pertahanan yang agresif dan sangat mahal, termasuk langkah hukum berlapis: banding, arbitrase, dan potensi gugatan ke High Court. Pendekatan itu diyakini bertujuan menguras keuangan dan memecah suara klub-klub anggota Premier League.
Artikel itu juga memprediksi klub-klub kecil atau tim promosi seperti Ipswich Town, Sunderland, atau Brentford akan enggan mendanai pertarungan hukum panjang yang tidak langsung memengaruhi target mereka. Sebaliknya, tekanan besar disebut datang dari klub-klub elite rival yang merasa dirugikan dalam perebutan trofi dan tiket Liga Champions.
Jika sanksi ekstrem 50 poin benar-benar dijatuhkan, City diperkirakan memecahkan rekor sanksi terberat dalam sejarah sepak bola Inggris. Rekor saat ini dipegang Luton Town dengan pengurangan 30 poin pada musim 2008/2009 karena masalah administrasi, diikuti Derby County dengan pengurangan 21 poin. Leeds United dan Rotherham United juga disebut dalam artikel, tanpa angka pengurangan yang dirinci pada bagian yang dibaca.