unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Skorsing FIFA Berakhir, 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Bebas Bermain Mulai 1 November 2026
Hiburan

Skorsing FIFA Berakhir, 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Bebas Bermain Mulai 1 November 2026

Skorsing FIFA Berakhir, 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Bebas Bermain Mulai 1 November 2026
Stadion Pakansari, Bogor, dari udara. • Vecteezy
A A Ukuran Teks16px

Tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang tersangkut skandal pemalsuan dokumen akhirnya bisa kembali merumput. Liga Sepak Bola Malaysia (MFL) mengonfirmasi masa skorsing 12 bulan dari FIFA telah berakhir.

Kepastian itu disampaikan lewat surat edaran MFL bertanggal 30 Oktober 2026 yang menyatakan hukuman terhadap ketujuh pemain berakhir pada Sabtu, 31 Oktober, sehingga mereka dibenarkan beraksi lagi dalam semua aktivitas sepak bola mulai Minggu, 1 November 2026.

Chief Executive Officer MFL, Mohd Shazli Shaik Mohd, mengonfirmasi keaslian surat edaran yang sempat viral di media sosial tersebut. "Betul, sahih," katanya singkat ketika dikonfirmasi media Malaysia.

Ketujuh pemain itu adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Empat di antaranya, yakni Figueiredo, Palmero, Irazabal, dan Hevel, bermain untuk juara Liga Super, Johor Darul Ta'zim (JDT). Sementara itu, Holgado dikabarkan hampir bergabung dengan DPMM FC, klub asal Brunei.

Skandal yang Terbongkar Sejak September 2025

Kasus ini mencuat pada September 2025 setelah FIFA mendapati dokumen palsu digunakan untuk mendukung kelayakan tujuh pemain kelahiran luar negeri tersebut membela Malaysia di pertandingan internasional. Laga yang menjadi sorotan adalah kemenangan 4-0 Malaysia atas Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia 2027, 10 Juni 2025.

Komite Disiplin FIFA kemudian menyatakan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA soal keabsahan dokumen. FAM didenda 350.000 franc Swiss, sedangkan masing-masing pemain didenda 2.000 franc Swiss dan dilarang beraktivitas selama 12 bulan.

Perkara berlanjut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Pada Maret 2026, CAS memutuskan hukuman 12 bulan tetap berlaku, tetapi dibatasi hanya untuk pertandingan resmi, bukan semua aktivitas sepak bola. Keputusan itu memungkinkan para pemain tetap berlatih bersama tim selama masa hukuman.

Status Timnas Masih Jadi Persoalan Terpisah

Meski sudah boleh kembali bermain di level klub, berakhirnya skorsing tidak otomatis menyelesaikan persoalan kelayakan mereka membela tim nasional Malaysia. Isu itu tetap menjadi pertanyaan terpisah yang belum terjawab.

Selain itu, keikutsertaan para pemain bersama klub masing-masing masih tunduk pada proses pendaftaran dan peraturan kompetisi yang berlaku. Bagi JDT, kembalinya empat pemain ini membuka peluang memperkuat skuad Harimau Selatan yang tengah berjuang di kompetisi domestik dan Asia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru