unique visitors counter
⌂ Beranda › News › TKA SMA 2026 Tercoreng Kecurangan AI: Mendikdasmen Ancam Nilai Nol, Pengawas Nakal Masuk Daftar Hitam
News

TKA SMA 2026 Tercoreng Kecurangan AI: Mendikdasmen Ancam Nilai Nol, Pengawas Nakal Masuk Daftar Hitam

TKA SMA 2026 Tercoreng Kecurangan AI: Mendikdasmen Ancam Nilai Nol, Pengawas Nakal Masuk Daftar Hitam
TKA 2026 Diikuti 3,8 Juta Siswa, Abdul Mu'ti Serukan Kejujuran
A A Ukuran Teks16px

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2026 tercoreng dugaan kecurangan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan sanksi paling tegas: peserta yang terbukti curang langsung diberi nilai nol.

Penegasan itu disampaikan Mu'ti saat meninjau pelaksanaan ujian ulang TKA di SMAN 68 Jakarta, Jumat 30 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, seorang siswa kelas 12, Davana Kamil, menyampaikan langsung keresahannya soal laporan kecurangan yang beredar selama gelombang pertama TKA.

"Begitu kami menemukan ada ketidakjujuran, nilainya langsung kami berikan nol," kata Mu'ti. Sanksi itu berlaku untuk mata pelajaran terkait, termasuk bagi peserta yang kedapatan melakukan siaran langsung di YouTube ketika mengerjakan soal.

Tak hanya siswa, pengawas ujian yang terbukti tidak jujur juga bakal masuk daftar hitam. Mereka tidak diperbolehkan lagi bertugas pada penyelenggaraan TKA berikutnya.

Modus Foto Soal untuk AI Jadi Sorotan

Dugaan kecurangan yang paling ramai dibicarakan adalah video viral di media sosial yang memperlihatkan peserta memotret layar komputer ujian menggunakan ponsel, lalu mengunggahnya ke platform kecerdasan buatan (AI) demi mendapatkan kunci jawaban.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Hilman Mufidi, mendukung penuh langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan investigasi menyeluruh. Ia menegaskan penindakan harus menyasar semua pihak yang terbukti mencoreng integritas ujian.

"Pertanyaannya, bagaimana perangkat yang dilarang bisa masuk ke ruang ujian? Ini harus jadi bagian investigasi," ujar Hilman di Jakarta, Jumat 30 Oktober 2026. Ia mendorong evaluasi ketat terhadap jajaran pengawas di lokasi ujian, bukan sekadar menindak siswa.

Usulan Pengamanan dan Catatan Tahun Lalu

Hilman mengusulkan pengamanan ruang ujian diperketat, antara lain dengan alat pengacak sinyal dan pemeriksaan fisik peserta. Laporan masyarakat melalui Posko Pengaduan Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen juga diminta direspons cepat dan rahasia.

Catatan Kemendikdasmen pada pelaksanaan TKA tahun sebelumnya menemukan 71 pelanggaran di jenjang SMA serta 95 kasus kecurangan di tingkat SD dan SMP. Keterlibatan pihak eksternal seperti lembaga bimbingan belajar hingga oknum pengawas dalam jaringan joki ujian pun dituntut ditindak secara konsisten. Sementara itu, ujian ulang di SMAN 68 digelar setelah Kemendikdasmen menemukan kendala jaringan pada hari kedua pelaksanaan gelombang pertama, sehingga peserta yang terdampak harus mengulang mata pelajaran Bahasa Inggris dan Asesmen Nasional Survei Lingkungan Belajar. Hingga kini, dugaan kecurangan masih dalam tahap investigasi, dan sanksi hanya dijatuhkan kepada yang terbukti melanggar, sejalan dengan slogan TKA: Jujur dan Gembira.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru