Andoni Iraola melontarkan sindiran tajam kepada pengadil lapangan usai Alexander Isak tidak mendapatkan hadiah penalti untuk Liverpool.
Menurut Iraola, Isak sebenarnya sudah mendapatkan kontak dan terhambat gerakannya di kotak penalti. Namun karena sang penyerang memilih tetap berdiri dan melanjutkan permainan, wasit tidak menunjuk titik putih.
Situasi itu yang memancing kekesalan Iraola. Ia menilai pemain yang bertahan berdiri justru dirugikan, sementara pemain yang menjatuhkan diri lebih mungkin mendapatkan penalti.
Sindiran yang Jadi Sorotan
Dengan nada sarkastis, Iraola menyebut dirinya mungkin harus meminta para pemainnya untuk menjatuhkan diri saja. Sebab, kata dia, bertahan berdiri ternyata tidak menghasilkan apa-apa.
Komentar tersebut langsung menjadi bahan perbincangan. Perdebatan soal penalti memang selalu sensitif, terutama ketika sebuah tim merasa dirugikan oleh keputusan wasit di momen krusial.
Terlepas dari kontroversinya, insiden ini kembali membuka diskusi lama di sepak bola: apakah pemain yang jujur bertahan berdiri justru kalah dari pemain yang mudah terjatuh?