Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan konser di Jakarta International Stadium tidak akan digelar tanpa batas. Alasannya jelas: stadion megah itu adalah kandang utama Persija Jakarta.
Pernyataan tersebut menegaskan prioritas pemanfaatan JIS. Sebagai markas Persija, stadion ini harus tetap terjaga fungsinya untuk pertandingan sepak bola, bukan semata-mata menjadi panggung hiburan. Pembatasan konser menjadi cara untuk menjaga keseimbangan itu.
Naming Rights Bukan Pergantian Nama
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga meluruskan kabar soal naming rights. Ia menyebut sudah ada pengajuan yang masuk, tetapi hal itu tidak boleh dimaknai sebagai perubahan nama stadion. Penegasan ini penting, mengingat isu nama JIS kerap memancing spekulasi publik.
Ia juga menyebut belum membahas persoalan tersebut dengan BUMD terkait. Artinya, wacana naming rights masih berada pada tahap awal dan belum mengarah pada keputusan apa pun.
Konser Besar yang Sudah dan Akan Datang
JIS sendiri sudah menjadi saksi sejumlah konser besar. Nama-nama seperti The Weeknd, Lady Gaga, dan Linkin Park tercatat pernah tampil di sana, membuktikan daya tarik stadion ini sebagai venue kelas dunia.
Ke depan, agenda konser di JIS masih padat. My Chemical Romance dijadwalkan tampil pada 22 November, disusul BIGBANG pada 25 November. Secara keseluruhan, sekitar 10 konser sudah terjadwal sepanjang 2026.
Dengan pembatasan yang direncanakan, tata kelola JIS ke depan akan menjadi ujian: bagaimana menjaga stadion tetap hidup sebagai pusat hiburan, tanpa mengorbankan identitasnya sebagai rumah Persija.
