Pengembang independen asal Bandung, Eksil Team, bersama penerbit Big Fan Games resmi mengumumkan tanggal rilis game third-person brawler mereka, Acts of Blood.
Game aksi brutal ini dijadwalkan meluncur di PC melalui Steam dan Microsoft Store pada 4 Desember 2026 dengan harga Rp354 ribuan ($19.99).
Bagi pemain konsol, versi PlayStation 5 serta Xbox Series X|S dipastikan menyusul pada 2027.
Peluncuran ini menjadi langkah krusial bagi studio lokal dalam membawa karya bertema aksi bela diri ke panggung global.
Big Fan Games sendiri merupakan label khusus di bawah Devolver Digital yang memfokuskan pada game indie berkarakter unik.
Pengumuman tanggal rilis ini dibarengi dengan peluncuran trailer gameplay terbaru yang memperlihatkan mekanisme pertarungan intensif serta atmosfer kota yang kelam.
Kisah Balas Dendam di Kota Dystopian Bandapa
Game ini mengusung kisah balas dendam. Pemain akan mengendalikan Hendra, seorang mahasiswa hukum yang mendapati seluruh keluarganya dibantai secara terstruktur.
Ketika sistem peradilan gagal menegakkan keadilan, Hendra memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri.
Ia menelusuri jalanan Bandapa, sebuah kota fiktif yang terinspirasi dari versi dystopian Bandung.
Tujuan utamanya adalah membongkar organisasi kriminal kuat di balik pembunuhan keluarganya dan menuntut balas tanpa ampun.
Atmosfer kota Bandapa dirancang penuh dengan nuansa kejahatan jalanan dan kekerasan visual yang eksplosif.
Eksil Team menegaskan bahwa game ini ditujukan untuk audiens dewasa.
Halaman resmi game di Steam memuat peringatan konten eksplisit yang menampilkan pertarungan berdarah, efek gore, hingga mutilasi anggota tubuh musuh.
Gaya penceritaan yang lugas ini memperkuat motif emosional Hendra dalam menuntut keadilan.
Sektor pertempuran menjadi daya tarik utama dalam Acts of Blood.
Sistem tarung dalam game ini mengambil inspirasi dari berbagai cabang seni bela diri, seperti Pencak Silat, Taekwondo, Muay Thai, Kickboxing, hingga Wrestling.
Pemain dituntut untuk merangkai pukulan, tangkisan, serta serangan balasan secara presisi.
Seiring meningkatnya kemampuan Hendra, pemain dapat membuka berbagai gerakan finisher yang brutal untuk menuntaskan perkelahian.
Variasi musuh hadir dalam gelombang pertempuran yang makin intens.
Pemain tidak hanya menghadapi preman jalanan biasa, tetapi juga bos-bos kuat yang memerlukan strategi pertarungan khusus.
Saat pertarungan jarak dekat terasa makin terdesak, Hendra bisa memanfaatkan berbagai senjata seperti pemukul kasti, pisau, hingga senjata api.
Pemain dapat beralih dari kombinasi pukulan ke serangan jarak jauh secara alami sebelum mengakhirinya dengan serangan pemungkas.