Google secara resmi mengonfirmasi perluasan kategori perangkat yang menjalankan Googlebook OS.
Setelah fokus pada laptop konvensional, Google kini bersiap menghadirkan format detachable atau tablet dengan keyboard yang bisa dilepas pasang.
Langkah ini menjawab kebutuhan pengguna akan perangkat fleksibel dengan mobilitas tinggi tanpa mengorbankan fungsi komputasi harian.
Berdasarkan bocoran informasi industri, model perdana yang diproyeksikan mengisi segmen ini adalah Lenovo Googlebook Duet m.
Perangkat ini membawa peningkatan signifikan pada sektor layar dan dapur pacu dibandingkan generasi pendahulunya.
Format Detachable dan Transisi Ekosistem Googlebook OS
Pernyataan resmi Google pada ajang Android Dev Summit menegaskan bahwa lanskap Googlebook OS akan mencakup berbagai bentuk fisik.
Mulai dari clamshell standar, convertible, dan dalam waktu dekat berformat detachable.
Eksplorasi desain ini menyusul jajaran laptop Googlebook dari produsen utama seperti Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo yang sudah lebih dulu beredar.
Format detachable menawarkan keunggulan ergonomi yang sulit ditandingi laptop biasa.
Pengguna dapat melepaskan papan ketik fisik saat ingin menggunakan perangkat sepenuhnya sebagai tablet sentuh untuk membaca dokumen, menikmati konten multimedia, atau membuat sketsa.
Ketika pekerjaan pengetikan intensif dibutuhkan, aksesoris keyboard bermagnet dapat dipasang kembali secara presisi.
Sektor visual Lenovo Googlebook Duet m menjadi salah satu nilai jual utama. Perangkat ini dirumorkan mengusung panel layar OLED berukuran 13 inci.
Penggunaan panel OLED menjamin akurasi warna yang tinggi, rasio kontras mendalam, serta efisiensi konsumsi daya yang lebih baik saat menampilkan warna gelap.
Ukuran 13 inci juga memberikan ruang kerja yang cukup luas untuk multitasking dua aplikasi secara berdampingan.
Untuk urusan performa komputasi, perangkat ini ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity CX C10 Max dengan fabrikasi 3 nanometer (nm).
Komponen pemrosesan di dalamnya menggabungkan inti CPU berkinerja tinggi berbasis Cortex-X925, Cortex-X4, dan Cortex-A720.
Arsitektur hemat energi ini dirancang untuk menangani beban kerja komputasi lokal, pemrosesan tugas berbasis kecerdasan buatan (on-device AI), hingga manajemen daya baterai agar tetap tahan lama.
Dukungan interaksi intuitif juga diperhatikan secara matang.
Lenovo Googlebook Duet m mendukung penggunaan pena digital aktif, yang kemungkinan bakal dipasarkan dengan nama Pen Pro for Googlebook.
Kehadiran stylus ini memberikan tingkat presisi tinggi bagi pengguna yang sering mencatat manual, menandatangani dokumen digital, atau membuat ilustrasi teknis.