OM System menegaskan komitmennya untuk tetap menggunakan sensor Micro Four Thirds pada jajaran kamera mirrorless. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan opsi beralih ke sensor APS-C atau Full Frame.
Petinggi perusahaan mengungkapkan bahwa proposal migrasi ke format sensor lebih besar sempat dikaji secara serius. Namun, manajemen OM Digital Solutions akhirnya memilih fokus mengoptimalkan keunggulan sistem yang ada.
Alasan Bertahan di Micro Four Thirds
Dalam wawancara resmi di kanal YouTube OM Digital Solutions, CEO OM System Business Unit Eiji Shirota dan COO Setsuya Kataoka membahas dinamika internal setelah akuisisi divisi kamera Olympus.
Opsi peluncuran sistem berformat sensor lebih besar terus mengemuka, termasuk Full Frame yang sempat dilirik tak lama setelah proses akuisisi selesai.
Meski persaingan kamera mirrorless global didominasi sensor berukuran besar, OM System memilih jalan berbeda.
Diskusi internal bermuara pada identitas produk: sensor MFT memberi efisiensi dimensi yang tidak bisa ditiru bodi sistem berukuran besar.
Peluncuran produk seperti OM Pen seharga Rp19,4 jutaan ($1,099) menjadi bukti bahwa ekosistem ini tetap dikembangkan secara aktif.
Langkah ini diambil setelah mengevaluasi kebutuhan riil pengguna di lapangan.
Manajemen menekankan bahwa inovasi teknologi untuk format Micro Four Thirds belum mencapai titik jenuh.
Perkembangan kamera Full Frame diakui bergerak cepat karena mendapat porsi pasar dominan selama beberapa tahun terakhir.
Kendati demikian, celah performa antara kedua format sensor dinilai semakin menipis pada penggunaan harian.
Eiji Shirota menjelaskan bahwa kualitas gambar sensor Micro Four Thirds modern sudah sangat mencukupi kebutuhan mayoritas fotografer.
Ketika hasil foto memenuhi standar estetika dan detail yang diharapkan, perbedaan teknis ukuran sensor tidak lagi menjadi kendala utama.
Kelebihan utama Micro Four Thirds terletak pada bobot perangkat dan lensa yang jauh lebih ringan.
Hal ini memberikan kenyamanan ekstra saat digunakan bertualang atau mendokumentasikan momen dalam waktu lama.
Dengan demikian, OM System tetap setia pada jalur portabilitas dan ketangguhan yang menjadi ciri khas sistem ini.
