Jackery Explorer 100D resmi diperkenalkan sebagai portable power station yang cukup digenggam dengan satu telapak tangan.
Meski berukuran mini, perangkat ini membawa kapasitas 30.000 mAh atau setara 96 Wh dengan standar fast charging hingga 140W.
Kapasitas 96 Wh tersebut membuat power station ini aman dimasukkan ke tas kabin pesawat sesuai regulasi penerbangan internasional.
Baterai LiFePO4 dan Port USB-C 140W
Jackery Explorer 100D memakai sel baterai Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) yang dikenal lebih stabil dan tahan panas dibanding lithium-ion konvensional.
Jackery mengklaim baterai ini mampu bertahan hingga 8 tahun penggunaan harian.
Secara teknis, baterai LiFePO4 pada perangkat ini sanggup melewati hingga 3.000 siklus pengisian daya sebelum kapasitas maksimalnya menyusut ke 80 persen.
Dari sisi konektivitas, tersedia dua port USB-C dengan keluaran hingga 140W dan satu port USB-A.
Saat ketiga port dipakai bersamaan untuk mengisi tiga perangkat berbeda, total daya yang dapat dikeluarkan mencapai 158W secara konsisten.
Daya 140W pada USB-C disebut ideal untuk mengisi laptop berdaya besar seperti MacBook Pro.
Jackery juga menambahkan optimasi pengisian daya Adjustable Voltage Supply (AVS) yang kompatibel dengan ekosistem perangkat Apple.
Protokol pengisian ini disebut memastikan penyaluran daya berlangsung efisien tanpa menghasilkan panas berlebih.
Bagi pengguna aksesori kecil, perangkat ini menyediakan low-power mode yang dapat diaktifkan dengan menekan tombol layar selama tiga detik.
Fitur tersebut dirancang khusus untuk mengisi daya smartwatch, earbuds TWS, maupun headphone nirkabel agar arus listrik tidak merusak kesehatan baterai perangkat berukuran kecil.
Kehadiran Jackery Explorer 100D menyasar para pembuat konten, pengembara digital, hingga pekerja dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan pasokan listrik saat jauh dari colokan dinding.
Perangkat ini tidak hanya untuk mengisi ulang baterai HP atau tablet, tetapi juga sanggup menyuplai daya ke laptop flagship, kamera vlogging, hingga drone.