Sebuah rumpun bambu di Desa Bulusari, Kabupaten Kediri, terbakar dan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp3,5 juta. Peristiwa itu terjadi pada Selasa malam dan sempat mengkhawatirkan warga sekitar karena api menjalar di area lahan.
Menurut sumber, kebakaran rumpun bambu itu terjadi di lahan milik warga di Bulusari. Api yang membakar rumpun bambu kering dengan cepat membesar, sehingga warga yang mengetahui kejadian itu segera berupaya memadamkan api secara manual sambil menunggu bantuan pemadam kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kemudian melakukan pemadaman hingga api benar-benar padam. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan api tidak merambat ke permukiman warga.
Penyebab Kebakaran
Soal penyebab, sumber menyebut kebakaran diduga dipicu oleh pembakaran sampah atau sisa dedaunan di sekitar lokasi yang kemudian merambat ke rumpun bambu yang kering. Kondisi cuaca yang kering dan angin membuat api lebih mudah menjalar.
Namun, sumber menegaskan bahwa penyebab pasti masih dalam penelusuran petugas. Warga diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka di dekat lahan kering, terutama pada musim kemarau atau saat angin bertiup kencang.
Kerugian Ditaksir Rp3,5 Juta
Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp3,5 juta. Angka tersebut, menurut sumber, merupakan taksiran atas kerusakan rumpun bambu dan lahan di sekitarnya. Tidak ada bangunan maupun kendaraan yang dilaporkan rusak dalam peristiwa ini.
Peristiwa di Bulusari ini menjadi pengingat bagi warga untuk lebih berhati-hati dalam mengelola sampah dan sisa tanaman. Pembakaran yang tidak diawasi dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran lahan, terutama bila berada di dekat vegetasi kering seperti bambu.
Petugas juga mengingatkan warga untuk segera menghubungi pemadam kebakaran bila melihat api yang mulai membesar, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kerugian yang lebih besar dapat dicegah.
Kebakaran rumpun bambu juga dapat berdampak pada kualitas udara dan kesehatan warga di sekitarnya, terutama anak-anak dan lansia. Asap yang pekat dan debu hasil pembakaran dapat mengganggu pernapasan, sehingga warga yang tinggal dekat lokasi diminta menutup pintu dan jendela saat api masih menyala. Setelah api padam, pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang menyala kembali di balik rumpun bambu yang terbakar.