unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Waspada Jebakan Link Palsu di Balik Ramainya Video Egar dan Fina, Ini Cara Kerja Phishing Menurut Pakar
Hiburan

Waspada Jebakan Link Palsu di Balik Ramainya Video Egar dan Fina, Ini Cara Kerja Phishing Menurut Pakar

Waspada Jebakan Link Palsu di Balik Ramainya Video Egar dan Fina, Ini Cara Kerja Phishing Menurut Pakar
Ilustrasi video viral yang beredar di media sosial • Jatim Network
A A Ukuran Teks16px

Rasa penasaran terhadap video yang dikaitkan dengan Egar Pradana dan Fina Theia Nafisabilla dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Di balik tautan yang dijanjikan berisi video lengkap, tersembunyi jebakan phishing yang mengincar data dan rekening korban.

Padahal materi yang benar-benar viral itu tidak mengandung hal negatif apa pun. Yang beredar hanyalah unggahan ulang dua konten lama: obrolan di dalam mobil dari akun @finaegar pada 28 Mei 2026, serta momen memasang jibbitz di sandal. Narasi sensasional ditempelkan belakangan untuk memancing klik.

Praktisi keamanan siber Muhammad Bella Buay Nunyai menjelaskan pola ini sebagai rekayasa sosial klasik. Momentum viral dipakai untuk menggiring orang membuka halaman palsu yang meniru tampilan situs resmi, lalu korban diminta mengisi data.

Data yang Diincar Pelaku

Data yang diburu bukan sekadar nama pengguna dan kata sandi. Pelaku juga mengincar nomor rekening, kode OTP, hingga PIN. Sekali data itu diserahkan, pembajakan akun sampai pengurasan rekening bisa terjadi dengan cepat.

Modus ini bekerja karena korban sedang terburu-buru dan penasaran. Tautan disebar lewat kolom komentar, bio akun tak dikenal, hingga pesan berantai yang mengklaim memiliki video lengkap.

Tiga Langkah Melindungi Diri

Pertama, abaikan tautan mencurigakan bertajuk video viral atau versi lengkap dari akun yang tidak jelas. Kedua, aktifkan autentikasi dua faktor pada media sosial, surel, dan layanan perbankan digital. Ketiga, jangan pernah membagikan OTP, PIN, atau kata sandi kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari layanan resmi.

Ingat, keberadaan video yang diklaim itu sendiri belum terverifikasi, dan identitas sosok dalam berkas yang beredar tidak bisa dikonfirmasi. Mengejar tautannya hanya membuka pintu bagi penipuan, tanpa ada bukti apa pun yang bisa didapat.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru