Berbagai film baru dengan berbagai genre menjadi opsi tontonan akhir pekan di layar lebar. Dari monster raksasa Godzilla Minus Zero, komedi Gak Ada Matinya, sampai thriller Korea Final Interview, berikut lima rekomendasi film akhir pekan ini.
Godzilla Minus Zero
Godzilla Minus Zero menceritakan para penyintas Jepang setelah Perang Dunia II dan pertempuran dengan Godzilla yang begitu mematikan hingga meluluhlantakkan Ginza, Tokyo. Berlatar 1949 di kota Matsumoto, warga tiba-tiba menghadapi anomali baru setelah ketiban meteor.
Belakangan terungkap bahwa makhluk itu berasal dari luar angkasa. Ia tiba melalui meteorit dalam wujud agar-agar yang memiliki banyak tentakel, lalu menyerap serta memangsa satwa liar setempat untuk membentuk wujud barunya. Sebagai gabungan dari kata "chimera" dan "hydra", monster tersebut diberi nama Ghidorah. Film ini diberi label R13, untuk penonton 13 tahun ke atas.
Gak Ada Matinya
Di tengah tunggakan utang KPR yang sudah menumpuk dan kehilangan pekerjaannya, Binsar (Oki Rengga) baru tahu ayahnya, Luhut (Mathias Muchus), yang selama ini ia benci dan baru meninggal, ternyata memiliki asuransi jiwa. Binsar langsung berpikir jumlah uang pertanggungan dari asuransi itu bisa menyelamatkannya dari utang.
Namun saat di perjalanan menuju rumah duka, Binsar dihadapkan pada situasi membingungkan antara harus senang atau sedih, karena ayahnya yang sudah terbaring di mobil jenazah mendadak hidup lagi (mati suri). Film ini diberi label R13.
GJLS: Berapi-Api
Tiga sahabat, Rigen (Rigen Rakelna), Hifdzi (Hifdzi Khoir), dan Rispo (Ananta Rispo), sangat berambisi menjadi petugas pemadam kebakaran demi terlihat heroik ketika memadamkan api. Namun setelah gagal dalam pelatihan bersama regu legendaris Algojo Api, ketiganya justru tertahan dan hanya diberikan tugas-tugas harian yang terkesan sepele.
Demi bisa secepatnya bergabung dengan tim utama yang memadamkan api, mereka nekat mengambil jalan pintas. Keputusan itu justru menyeret mereka ke misi berbahaya untuk menyelamatkan anak-anak dari cengkeraman sindikat kriminal. Film ini diberi label R13.
The Cat in The Hat
Cat in The Hat (Bill Hader) dikenal sering bertindak ceroboh dan berlebihan hingga menciptakan kekacauan besar. Akibatnya, ia terancam kehilangan pekerjaannya dan topi ajaibnya. Ia pun diberi satu kesempatan terakhir: menghibur Gabby dan Sebastian, kakak beradik yang sedang bersedih dan kesulitan menyesuaikan diri setelah pindah ke kota baru.
Niat awal Cat in The Hat untuk membawa keceriaan justru berubah menjadi petualangan penuh keajaiban yang tak terduga, kekacauan yang kocak, serta ujian besar bagi mereka bertiga. Film ini diberi label SU, untuk penonton Semua Umur.
Final Interview
Cerita berpusat pada enam kandidat unggulan yang berhasil menyisihkan sekitar 5.000 pelamar lain untuk memperebutkan satu posisi impian di sebuah perusahaan teknologi informasi (IT) global. Setelah satu bulan mempersiapkan diskusi kelompok dan berharap dapat diterima bersama, aturan berubah secara tiba-tiba: perusahaan hanya akan menerima satu orang.
Keenam kandidat diberi waktu dua jam untuk memilih satu pemenang melalui lima putaran pemungutan suara terbuka. Ketegangan memuncak ketika mereka menemukan amplop-amplop misterius di ruang wawancara. Masing-masing amplop bertuliskan nama satu pelamar dan membongkar rahasia gelap atau sisi tersembunyi yang belum terverifikasi dari setiap kandidat. Film thriller psikologis dan misteri asal Korea Selatan ini diadaptasi dari novel misteri populer asal Jepang karya Akinari Asakura berjudul Rokunin no Usotsuki na Daigakusei (Six Lying College Students), dan diberi label R13.
