unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Siapa Serda Adan dan Inilah Tampang Pelaku Pembunuhan Iwan Sutrisman Viral Tiktok, Mantan Casis Bintara TNI AL Tewas Dibuang di Jurang
News

Siapa Serda Adan dan Inilah Tampang Pelaku Pembunuhan Iwan Sutrisman Viral Tiktok, Mantan Casis Bintara TNI AL Tewas Dibuang di Jurang

Siapa Serda Adan dan Inilah Tampang Pelaku Pembunuhan Iwan Sutrisman Viral Tiktok, Mantan Casis Bintara TNI AL Tewas Dibuang di Jurang
VIRAL TIKTOK! Kronologi Iwan Sutrisman Tewas ditangan Serda Adan, Motif Pelaku hingga Kuras Habis Harta dan Tipu Keluarga Korban
A A Ukuran Teks16px

Siapa Serda Adan dan Inilah Tampang Pelaku Pembunuhan Iwan Sutrisman Viral Tiktok, Mantan Casis Bintara TNI AL Tewas Dibuang di Jurang

Selama kurang lebih satu setengah tahun, Sersan Dua Adan Adyan Marsal telah menutupi fakta seputar tindak pembunuhan yang dilakukannya terhadap Iwan Sutrisman Telaumbanua (21) dengan kerahasiaan yang ketat.

Adan mengklaim bahwa Iwan telah berhasil melewati proses seleksi dan telah mengikuti program pendidikan untuk menjadi bintara di TNI Angkatan Laut.

Namun, kenyataannya, Iwan tidak pernah memperoleh kelulusan. Tragisnya, nasib Iwan berujung pada kematian, dan jasadnya dibuang ke dalam jurang.

Baca juga: Bangkit dari Keterpurukan Rasa Rendah Diri: 5 Langkah Ampuh untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri, Dijamin Hidup Jadi Lebih Mudah 

Baca juga: Menjadi Kuat: 5 Strategi Mengatasi Rasa Rendah Diri, Lakukan Hal Ini Agar Dirimu Lebih Percaya Diri

Yanikasi Telaumbanua (35), anggota keluarga Iwan, pada Sabtu (30/3/2024), dengan penuh kepiluan mengungkapkan,”Selama satu setengah tahun, kami dibohongi oleh Serda Adan. Keluarga kami dimintai uang terus-menerus lebih dari Rp 200 juta. Kami menganggap Adan sebagai keluarga, ternyata dia sudah membunuh anak kebanggaan kami,”

Menurut Yanikasi, Iwan telah mengikuti seleksi bintara TNI AL gelombang II 2022 di Kabupaten Nias pada Desember 2022, namun sayangnya, ia tidak memenuhi syarat yang diperlukan, alias tidak lulus.

Setelah itu, keluarga Iwan mendekati Serda Adan yang sebelumnya telah dikenal oleh mereka. Pada saat itu, Adan sedang bertugas di Polisi Militer Pangkalan TNI AL (Lanal) Nias.

Adan kemudian meminta sejumlah uang, mencapai Rp 200 juta, agar dapat membantu Iwan lulus seleksi.

Keluarga Iwan bersedia membayar jumlah yang diminta, meskipun harus mengumpulkan dana dari berbagai anggota keluarga.

Mereka memiliki harapan besar bahwa Iwan akan menjadi seorang prajurit yang sukses, mewakili keluarga besar mereka.

Orangtua Iwan, yang terdiri dari seorang guru honorer di sekolah negeri dan seorang petani, akhirnya menjual ladang mereka guna memenuhi permintaan Adan.

lanjutan,

Mereka menginginkan agar anaknya mencapai impian menjadi seorang prajurit TNI. Iwan sendiri telah lama bermimpi untuk bergabung dengan TNI, sehingga ia rutin berlatih setiap hari dan tubuhnya telah terbentuk seperti seorang tentara.

Adan kemudian datang menjemput Iwan dari rumahnya, dengan janji membawanya ke Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) II Padang, Sumatera Barat, pada tanggal 16 Desember 2022. Sejak saat itu, tidak ada lagi pertemuan antara keluarga dengan Iwan.

Seminggu kemudian, tepatnya pada tanggal 22 Desember, Adan mengirimkan foto Iwan yang mengenakan seragam TNI AL, dengan rambutnya yang telah digundul.

Keluarga merasa sangat bahagia mendengar kabar bahwa Iwan telah berhasil lulus seleksi, mengikuti jejak cita-cita dan harapan besar keluarga mereka.

Sebagai ungkapan rasa terima kasih, keluarga menggelar sebuah pesta adat dan menganggap Adan sebagai bagian dari keluarga mereka.

Baca juga: Kapan THR Bisa Diambil? Ini Perbedaan Jumlah THR Karyawan Tetap Dan Karyawan Kontrak, Cek Apakah Sudah Sesuai

Baca juga: Kabupaten Serang Pecah! Apa Saja? Simak Info Kota dan Kabupaten Barunya

Setelah Iwan dikabarkan mengikuti pendidikan TNI AL, komunikasi langsung antara keluarga dengan Adan terputus. Alasannya, selama pendidikan, siswa tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan keluarga.

Meskipun keluarga merasa agak ragu, namun mereka mengerti dan menerima penjelasan tersebut.

Adan terus meminta uang dan barang kepada keluarga Iwan. Pada bulan April 2023, ia bahkan meminta dua ekor burung murai batu dengan harga Rp 14 juta, dengan alasan bahwa burung-burung tersebut merupakan permintaan khusus dari pamannya di Lantamal II Padang, orang yang disebut-sebut telah membantu Iwan dalam kelulusannya.

Kebohongan Adan terus berlanjut. Ia mengatakan bahwa Iwan akan dilantik sebagai prajurit TNI AL pada bulan Oktober 2023.

Empat anggota keluarga Iwan bahkan berangkat ke Satuan Pendidikan 1 Kodiklatal Tanjung Uban, Kepulauan Riau, untuk menghadiri pelantikan tersebut.

Namun, Adan kembali meminta uang sebesar Rp 3,7 juta untuk biaya tiket pesawat agar mereka dapat mengikuti acara tersebut.

lanjutan,

Namun, pada hari pelantikan yang telah ditentukan, Adan menghubungi keluarga dan memberitahu bahwa pelantikan ditunda. Ia mengatakan bahwa Iwan telah terpilih menjadi anggota pasukan khusus marinir, dan pelantikan akan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Pada bulan Februari 2024, keluarga Iwan mulai merasa curiga ketika paman Iwan bermimpi melihat Iwan meminta tolong di depan rumahnya. Mereka masih memberikan dukungan kepada Adan, meskipun Iwan tetap belum bisa berkomunikasi karena masih dalam proses pendidikan.

Namun, setelah kejadian tersebut, keluarga mulai meragukan semua hal yang terjadi. Mereka memutuskan untuk melaporkan kasus ini kepada Lanal Nias pada hari Senin (25/3/2024). Adan kemudian dipanggil dan dipertemukan dengan keluarga Iwan.

Keluarga Iwan sangat terkejut ketika Adan tidak mengakui bahwa dia telah membawa Iwan ke Padang, dan mengklaim bahwa dia tidak pernah menerima uang dari keluarga Iwan.

”Mereka ingin anaknya mencapai cita-cita menjadi prajurit TNI. Iwan juga sejak lama selalu bermimpi jadi prajurit. Dia berlatih setiap hari, badannya sudah tegap seperti tentara,” ungkap Yanikasi.

Pada malam hari tanggal Kamis (28/3/2024), seorang perwira berseragam dari Lanal Nias bersama tiga tentara tanpa seragam datang ke rumah Iwan. Mereka memberitahu keluarga bahwa Adan telah mengakui bahwa ia telah membunuh Iwan pada tanggal 24 Desember 2022.

Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah, Komandan Lanal Nias, dalam sebuah konferensi pers di Nias, menyatakan bahwa mereka telah menerima laporan tentang kasus hilangnya Iwan dari keluarga. Mereka telah memeriksa dan menahan Serda Adan.

”Serda AAM (Adan) mengaku telah menghilangkan nyawa Iwan bersama warga sipil berinisal MAA pada 24 Desember 2022. Iwan ditusuk di bagian perut menggunakan pisau dan mayatnya dibuang ke jurang di daerah Talawi, Kota Sawahlunto, Sumbar,” kata Wishnu.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Lantamal II Padang untuk proses hukum selanjutnya. Wishnu menegaskan bahwa TNI AL akan menindaklanjuti aduan ini melalui proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan memberikan sanksi yang setimpal dengan perbuatan terduga pelaku yang telah mencoreng nama baik TNI.

lanjutan,

Syahrul, Kepala Dinas Penerangan Lantamal II Padang, menyatakan bahwa mereka menyerahkan kasus tersebut pada proses hukum agar kebenaran dapat terungkap dengan jelas.

Terkait dugaan keterlibatan instansinya dalam kasus tersebut, ia menegaskan bahwa hal tersebut hanya merupakan alasan awal dari pelaku kepada keluarga korban.

”Ini masih sepihak dari yang bersangkutan (pelaku), jadi kami beri kesempatan kepada penyidik melakukan penyelidikan. Nanti akan jelas. Saya tidak ingin berandai-andai. Saya sudah yakin tidak ada itu (keterlibatan anggota Lantamal II Padang). Analisis saya, itu hanya alibi pelaku untuk meyakinkan keluarga korban,” tandasnya.***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru