Waktu yang paling utama untuk melaksanakan iktikaf pada bulan Ramadan adalah pada 10 hari terakhir bulan suci tersebut, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Hal-hal yang Membatalkan I'tikaf:
Terdapat beberapa perkara yang dapat membatalkan pelaksanaan i'tikaf, antara lain:
- Gila: Orang yang mengalami gangguan jiwa parah atau tidak dapat mengendalikan diri tidak dapat melakukan i'tikaf.
- Pingsan: Pingsan yang disebabkan oleh kesengajaan, seperti meminum obat, dapat membatalkan i'tikaf.
- Mabuk: Mabuk yang disebabkan secara sengaja juga membatalkan i'tikaf.
- Keluar dari Islam: Riddah atau keluar dari agama Islam membuat i'tikaf batal.
- Bersetubuh: Berhubungan badan ketika sedang beriktikaf membatalkan i'tikaf.
- Bersentuhan kulit dengan syahwat: Bersentuhan kulit dengan syahwat, terutama disertai keluarnya sperma, juga membatalkan i'tikaf.
- Keluar dari masjid tanpa uzur: Keluar dari masjid tanpa alasan yang dibenarkan juga membatalkan i'tikaf.
Demikianlah beberapa amalan yang biasa dilakukan selama i'tikaf, cara melaksanakan i'tikaf yang benar, dan hal-hal yang dapat membatalkan i'tikaf. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.