unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Siapa Anak dan Istri Anwar Ibrahim? Perdana Menteri Malaysia yang Diminta Mundur dari Jabatannya, Bukan Orang Sembarangan?
News

Siapa Anak dan Istri Anwar Ibrahim? Perdana Menteri Malaysia yang Diminta Mundur dari Jabatannya, Bukan Orang Sembarangan?

Siapa Anak dan Istri Anwar Ibrahim? Perdana Menteri Malaysia yang Diminta Mundur dari Jabatannya, Bukan Orang Sembarangan?
Anwar • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Siapa Anak dan Istri Anwar Ibrahim? Perdana Menteri Malaysia yang Diminta Mundur dari Jabatannya, Bukan Orang Sembarangan?
Profil Tampang Anwar Ibrahim Perdana Menteri Malaysia yang Diminta Mundur dari Jabatannya, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG
Ribuan Warga Malaysia Turun ke Jalan Tuntut Perdana Menteri Anwar Ibrahim Mundur

Ribuan warga Malaysia membanjiri jalanan ibu kota Kuala Lumpur, Sabtu (26/7/2025), dalam aksi demonstrasi besar-besaran yang menuntut mundurnya Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Aksi ini menjadi salah satu bentuk protes terbesar sejak Anwar Ibrahim menjabat sebagai perdana menteri pada tahun 2022, pasca hasil pemilihan umum yang menempatkannya di puncak kekuasaan.

Demonstrasi yang digelar oleh sejumlah partai oposisi ini menunjukkan adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Anwar Ibrahim. Para demonstran mengkritik berbagai kebijakan dan janji yang belum terpenuhi selama masa jabatannya. Mereka menilai bahwa pemerintahan saat ini gagal menjawab tantangan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Menurut laporan AFP yang diterbitkan pada Minggu (27/7/2025), para peserta aksi berkumpul di beberapa titik strategis di sekitar pusat kota sebelum bergerak menuju Lapangan Merdeka. Meskipun hujan gerimis turun sepanjang pagi, semangat massa tetap membara. Mereka membawa spanduk dan bendera dengan tulisan "Turun Anwar!" yang disuarakan dengan lantang.

Kritik Terhadap Janji Politik yang Belum Terpenuhi
Fauzi Mahmud, seorang demonstran berusia 35 tahun dari Selangor, menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim. "Dia telah memerintah negara ini selama tiga tahun, tapi belum juga memenuhi janji-janji yang dibuatnya," ujarnya kepada wartawan di lokasi aksi.

Selain itu, kritik keras juga dilontarkan terhadap upaya pemerintah dalam menarik investasi asing. Banyak warga yang merasa bahwa kunjungan resmi Anwar Ibrahim ke sejumlah negara, termasuk Rusia dan Eropa, belum memberikan dampak nyata bagi perekonomian Malaysia.

"Telah mengunjungi banyak negara untuk mendatangkan investasi, tetapi kami belum melihat hasilnya," tambah Fauzi, yang bekerja sebagai insinyur tersebut.

Mahathir Mohamad: Rakyat Butuh Kepemimpinan yang Lebih Baik
Aksi ini semakin menarik perhatian publik ketika tokoh senior politik Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad, hadir langsung di tengah-tengah massa demonstran. Mantan perdana menteri dua kali itu, yang juga merupakan mentor sekaligus rival politik Anwar Ibrahim, menyampaikan pidato tajam terhadap kepemimpinan saat ini.

"Sudah tiga tahun, apa yang didapat rakyat? Saya pikir dia senang melihat kita menderita," ujar Mahathir yang baru saja merayakan ulang tahun ke-100 bulan lalu.

Dengan suara lantang, Mahathir pun meminta agar Anwar Ibrahim segera mundur dari jabatannya. "Cukup, tolong, mundurlah," pintanya di hadapan ribuan massa yang memadati Lapangan Merdeka.

Estimasi Peserta Aksi Capai 50.000 Orang
Polisi dan pejabat kota memperkirakan jumlah peserta aksi mencapai antara 18.000 hingga 50.000 orang. Angka ini menunjukkan bahwa protes ini merupakan salah satu aksi terbesar yang terjadi sejak Anwar Ibrahim menjabat sebagai perdana menteri. Demonstrasi ini tidak hanya menjadi cerminan ketidakpuasan terhadap isu ekonomi, tetapi juga sebagai simbol dari semakin memanasnya situasi politik di Malaysia.

Biaya Hidup Tinggi Jadi Sorotan Utama
Salah satu isu utama yang menjadi sorotan massa adalah tingginya biaya hidup di Malaysia. Banyak warga mengeluhkan harga bahan pokok, transportasi, dan layanan publik yang terus naik, sementara pendapatan mereka tidak mengalami peningkatan yang sebanding. Hal ini membuat kondisi ekonomi semakin memberatkan, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.

"Tidak ada perubahan yang signifikan dalam kebijakan ekonomi. Kami butuh pemimpin yang benar-benar peduli pada rakyat," kata salah satu peserta aksi lainnya, Siti Aminah, ibu rumah tangga asal Johor.

Reaksi Pemerintah Masih Ditunggu
Hingga saat ini, pihak pemerintah belum memberikan respons resmi terhadap gelombang protes yang terjadi. Namun, aksi ini diprediksi akan menjadi awal dari serangkaian perlawanan masyarakat sipil terhadap kebijakan pemerintah, terutama jika isu-isu seperti biaya hidup dan investasi tidak segera mendapat solusi.

Demonstrasi ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik kepada pemerintah bisa berubah dengan cepat jika janji-janji politik tidak diwujudkan dalam bentuk kebijakan nyata. Bagi rakyat Malaysia, saatnya para pemimpin membuktikan bahwa mereka benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan hanya untuk kepentingan politik semata.

 

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru