2. Sinkronisasi Kebijakan Fiskal dan Moneter
Tantangan kedua adalah menyatukan arah kebijakan fiskal (yang terkait anggaran dan belanja negara) dengan kebijakan moneter (yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas harga dan nilai tukar). Kerja sama yang kuat antara kebijakan fiskal dan moneter dinilai penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
3. Ketidakpastian Ekonomi Global
Purbaya juga mencatat bahwa ketidakpastian global — seperti dinamika geopolitik, perubahan arah kebijakan ekonomi negara lain, serta volatilitas pasar internasional — turut menjadi hambatan yang sulit dikendalikan oleh Indonesia. Meski demikian, pemerintah tetap memantau risiko eksternal ini agar dampaknya tidak terjadi secara signifikan pada perekonomian domestik.
Menkeu Purbaya menekankan bahwa pemerintah lebih memprioritaskan penguatan faktor domestik karena sekitar 90% pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari permintaan dalam negeri. Dengan demikian, menjaga konsumsi dan investasi di dalam negeri menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan tersebut.