Mazda dikabarkan akan menghidupkan kembali salah satu SUV kompaknya yang pernah absen dari pasar Amerika Serikat.
Model yang dimaksud adalah Mazda CX-3, yang rencananya akan mendapatkan pembaruan besar dan diluncurkan kembali untuk tahun model 2027.
Keputusan ini datang setelah Mazda mengumumkan investasi signifikan pada segmen kendaraan bermesin pembakaran internal bervolume tinggi.
Langkah ini menunjukkan komitmen produsen mobil asal Jepang tersebut untuk terus mengembangkan dan menawarkan pilihan kendaraan konvensional di tengah tren elektrifikasi.
Sejarah Singkat Mazda CX-3 di Amerika Serikat
Mazda CX-3 pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 2015 sebagai model tahun 2016. Mobil ini mengisi segmen SUV subkompak yang saat itu mulai diminati.
>>> Lampu Oli Porsche Tak Bisa Mati, Berujung Gugatan Monopoli
Dengan desain yang stylish khas Mazda dan pengalaman berkendara yang menyenangkan, CX-3 berhasil menarik perhatian konsumen.
Namun, seiring berjalannya waktu, persaingan di segmen ini semakin ketat, dan penjualan CX-3 mulai menurun.
Pada akhirnya, Mazda memutuskan untuk menghentikan penjualan CX-3 di Amerika Serikat.
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menyederhanakan lini produknya dan fokus pada model-model yang lebih populer.
Alasan Kebangkitan CX-3
Meskipun telah ditarik dari pasar AS, CX-3 tetap diproduksi dan dijual di beberapa negara lain, termasuk Jepang dan Australia.
>>> MG3 Recall: Kursi Pengemudi Melorot di Uji Tabrak, Pemilik di Eropa Abaikan Perbaikan Gratis
Popularitasnya yang masih bertahan di pasar tersebut, ditambah dengan potensi segmen SUV subkompak yang kembali menggeliat, tampaknya menjadi pertimbangan utama Mazda.
Investasi Mazda pada segmen mesin pembakaran internal juga menjadi sinyal kuat bahwa mereka melihat peluang untuk model-model bertenaga bensin dan diesel di masa depan.
