Tampang Aidil Zacky Rahman dan Sinta Dewi Pasutri di Bekasi yang Tega Bunuh Anak Kandungnya Sendiri Akibat BAB Sembarangan, Begini Kronologinya

Tampang Aidil Zacky Rahman dan Sinta Dewi Pasutri di Bekasi yang Tega Bunuh Anak Kandungnya Sendiri Akibat BAB Sembarangan, Begini Kronologinya

Polisi-Instagram-

Tampang Aidil Zacky Rahman dan Sinta Dewi Pasutri di Bekasi yang Tega Bunuh Anak Kandungnya Sendiri Akibat BAB Sembarangan, Begini Kronologinya! Kasus Pembunuhan Anak di Tambun Selatan: Pasangan Suami-Istri Tega Menghabisi Nyawa Anak Mereka

Sebuah kasus pembunuhan yang menggegerkan masyarakat terjadi di Tambun Selatan, Bekasi, pada Minggu malam, 5 Januari 2025. Pasangan suami-istri, Aidil Zacky Rahman alias Zack (19) dan Sinta Dewi (22), tega menghabisi nyawa anak mereka yang masih berusia 3,5 tahun, RMR. Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena motif keji yang mengarah pada kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada pembunuhan anak.
Motif Pembunuhan



Motif dari tindakan tragis ini terungkap setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Kedua pelaku merasa kesal karena ditegur oleh seorang pegawai minimarket saat anak mereka muntah di depan toko. Aidil yang diduga sedang dalam pengaruh lem aibon, melampiaskan kemarahannya dengan cara yang sangat kejam terhadap anaknya.

"Kami sampaikan bahwa motif dari pada para pelaku melakukan perbuatan ini adalah karena emosi terhadap korban," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra dalam konferensi pers.
Penganiayaan Brutal Terhadap Anak

Setelah insiden di minimarket, Aidil dan Sinta membawa anak mereka kembali ke tempat tinggal mereka yang berada di sebuah ruko kosong. Di sana, keduanya melakukan penganiayaan brutal terhadap RMR dengan cara memukul dan menendang tubuh anak tersebut hingga tak sadarkan diri. "Korban mengalami luka serius di bagian dada dan kepala," tambah Kombes Wira.



Setelah tindakan kejam tersebut, RMR ditemukan pada Senin pagi, 6 Januari 2025, dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya terbungkus sarung dengan banyak luka memar dan bekas sundutan rokok. "Ini adalah tindakan yang sangat kejam dan tidak bisa diterima," ujar Wira menegaskan betapa brutalnya perbuatan tersebut.
Proses Penangkapan dan Hukum

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya