Xiaomi kini bertransformasi dari produsen gadget menjadi pemain kunci dalam ekosistem kecerdasan buatan global. Langkah strategis ini terlihat dari pengembangan model bahasa besar hingga agen AI otonom.
Evolusi Model Bahasa MiMo
Perjalanan AI Xiaomi dimulai pada April 2025 dengan merilis MiMo-7B yang fokus pada penalaran dan pemrograman. Model ini mampu bersaing dengan pengembang besar meski parameternya lebih efisien.
>>> Retroid Pocket 6 Versi RAM 12GB Kini dengan Storage 128GB
Perkembangan berlanjut hingga peluncuran MiMo-V2-Pro dengan lebih dari satu triliun parameter. Model ini dirancang untuk tugas-tugas kompleks secara mandiri.
Keunggulan utama MiMo terletak pada efisiensi dan kecepatan pemrosesan. Teknik Multi-Token Prediction memungkinkan respons cepat dengan biaya operasional terjangkau.
Inovasi Agen AI dan Pengalaman Pengguna
Salah satu terobosan paling ambisius adalah miclaw, agen AI otonom yang bukan sekadar chatbot.
Agen ini mampu mengoperasikan aplikasi, mengisi formulir, dan menyelesaikan tugas multi-langkah di ponsel secara mandiri.
Untuk pengguna umum, teknologi ini hadir melalui HyperAI yang terintegrasi di HyperOS.
Fitur seperti penerjemahan real-time, ringkasan rekaman suara, dan penyuntingan foto berbasis AI kini tersedia di berbagai perangkat.
>>> Galaxy Watch Ultra 2 Dikabarkan Punya Baterai 35 Persen Lebih Besar dan Chip Snapdragon Wear Elite
Mulai dari seri flagship Xiaomi 15 hingga lini menengah seperti Redmi Note 14 Pro+ 5G sudah mendukung fitur tersebut.
Komparasi dan Konteks Penggunaan
Dalam ekosistem AI saat ini, Xiaomi memposisikan diri sebagai penyedia solusi terintegrasi. Berbeda dengan vendor lain yang mengandalkan API pihak ketiga, Xiaomi membangun tumpukan teknologi sendiri.
Mulai dari model audio, visi, hingga sistem operasi.
Dengan chipset dan optimasi software pada HyperOS, perangkat Xiaomi lebih optimal untuk menjalankan tugas AI di perangkat (on-device).
Kompetitor masih sangat bergantung pada pemrosesan cloud. Xiaomi juga mengembangkan teknologi kloning suara OmniVoice dengan dukungan 646 bahasa.
>>> HYBE Minta Maaf atas Keterlambatan Malam Pertama Tur Dunia BTS di Busan
Investasi besar senilai Rp137 triliun dialokasikan untuk riset AI selama tiga tahun ke depan.
