Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan mengumumkan inisiatif besar pada Jumat (31/7).
Gyeongju, ibu kota kuno Kerajaan Silla, dan Haeundae, kawasan resor pantai di Busan, ditetapkan sebagai 'Zona Wisata Global' utama.
>>> Cheongyang Tawarkan Wisatawan Asing Kehidupan Lambat di Pedesaan Korea
Program dua tahun ini akan memberikan dana 3 miliar won (sekitar Rp35 miliar) untuk setiap kawasan.
Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki infrastruktur wisatawan asing, mengembangkan merek regional, dan menciptakan pengalaman budaya imersif.
Upaya Mendekatkan Wisatawan ke Daerah
Langkah ini merupakan upaya agresif untuk mendesentralisasi pariwisata internasional Korea yang selama ini terpusat di Seoul.
Kepala Biro Kebijakan Pariwisata Kementerian, Kang Jeong-won, mengatakan Gyeongju dan Haeundae akan menjadi model pariwisata regional dengan daya saing global.
Pemerintah ingin meningkatkan kenyamanan wisatawan asing melalui konten yang berbeda dan pencitraan regional.
>>> Mengapa Stasiun Kereta Cepat Korea Dibangun Jauh dari Pusat Kota?
Daya Tarik yang Berbeda
Gyeongju, yang dijuluki 'museum tanpa dinding', memiliki gundukan makam kerajaan dan kuil warisan UNESCO.
Kota ini akan memperluas program wisata malam, layanan taksi berbahasa asing, dan sistem pembayaran digital.
Sementara itu, Haeundae menawarkan wisata modern dengan gedung pencakar langit dan pemandangan laut.
Fokusnya adalah pembayaran transportasi terpadu, program pengalaman siang-malam, dan sertifikasi kualitas akomodasi untuk mencegah tarif berlebihan.
Pemilihan dilakukan setelah audit nasional yang kompetitif berdasarkan aksesibilitas internasional dan daya tarik budaya.
>>> Diskon Menginap di Vihara Buddha untuk Turis Asing Bulan Depan
Dengan mendanai transportasi yang mulus dan layanan digital multibahasa, pemerintah berharap wisatawan asing melihat identitas Korea di luar Seoul.
