unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Pameran Seoul Peringati 150 Tahun Lahirnya Pahlawan Kemerdekaan Kim Koo

Pameran Seoul Peringati 150 Tahun Lahirnya Pahlawan Kemerdekaan Kim Koo

Pameran Seoul Peringati 150 Tahun Lahirnya Pahlawan Kemerdekaan Kim Koo
Ilustrasi: Pameran Seoul Peringati 150 Tahun Lahirnya Pahlawan Kemerdekaan Kim Koo
A A Ukuran Teks16px

Gyeonggyojang, bangunan bersejarah di Distrik Jongno, Seoul, menjadi latar pameran khusus bertajuk "Kim Koo: A Global Value" mulai Selasa (29/7).

Pameran ini digelar untuk memperingati 150 tahun kelahiran Kim Koo, tokoh kemerdekaan Korea, pada 1876.

>>> Cheongyang Tawarkan Wisatawan Asing Kehidupan Lambat di Pedesaan Korea

Pameran yang berlangsung hingga 30 Agustus ini diselenggarakan bersama oleh Administrasi Warisan Nasional dan Museum Sejarah Seoul.

Bulan Agustus dipilih karena bertepatan dengan hari ulang tahun Kim Koo pada 29 Agustus, yang tahun ini diakui dalam kalender UNESCO.

Fokus pada Peristiwa Bersejarah di Gyeonggyojang

Alih-alih menyajikan kronologi standar, kurasi pameran menyoroti peristiwa dramatis yang terjadi di dalam Gyeonggyojang.

Setelah kembali dari pengasingan di China pada November 1945, Kim Koo menjadikan bangunan itu sebagai markas terakhir Pemerintahan Sementara Republik Korea.

Di ruangan inilah ia berdiskusi tentang kenegaraan dengan tokoh-tokoh kemerdekaan dan menulis esai terkenalnya, "My Wish" (Nae Ui Sowon).

Dalam esai itu, Kim Koo berargumen bahwa kehebatan bangsa tidak terletak pada kekuatan militer atau dominasi ekonomi, melainkan pada kekuatan budaya untuk mendorong perdamaian global.

>>> Mengapa Stasiun Kereta Cepat Korea Dibangun Jauh dari Pusat Kota?

"Saya berharap bangsa kami menjadi yang terindah di dunia," tulis Kim Koo, membayangkan negara yang ditandai budaya tinggi, bukan kekuatan fisik.

Ia percaya budaya memiliki kemampuan unik untuk membawa kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain.

Pameran juga mengisahkan perjalanan Kim Koo dari Gyeonggyojang ke Pyongyang pada 1948 untuk perundingan antarkorea.

Upaya terakhir ini dilakukan untuk mencegah pembagian permanen Semenanjung Korea, sebelum ia dibunuh di kediamannya pada tahun berikutnya.

Meskipun berskala intim, hanya menempati 35 meter persegi ruang interior, pameran ini menawarkan pengunjung pengalaman imersif dengan babak penting dalam sejarah modern.

>>> Diskon Menginap di Vihara Buddha untuk Turis Asing Bulan Depan

Tiket masuk gratis, dengan 20 pengunjung pertama setiap hari mendapat suvenir buku harian.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot