Hangang Bus di Seoul telah melayani lebih dari 600.000 penumpang sejak pelayaran perdananya pada 18 September 2025.
Data Pemerintah Metropolitan Seoul yang dirilis Kamis menunjukkan layanan feri komuter itu menemukan momentumnya pada musim semi setelah masa penyesuaian operasional dan perombakan keselamatan.
Sejak operasi rute penuh dilanjutkan pada 1 Maret, hampir 500.000 penumpang menggunakan feri tersebut.
Jumlah penumpang memuncak pada Agustus dengan lebih dari 89.000 orang memilih perjalanan tepi sungai dibandingkan kereta yang padat dan jembatan jalan raya yang macet.
Ketepatan waktu dan kepuasan penumpang
Keandalan layanan pun stabil. Kinerja ketepatan waktu mencapai 99,3 persen pada Juli, naik dari 97,7 persen pada Maret.
Peningkatan itu terjadi seiring kru kapal dan staf terminal semakin berpengalaman di jalur air perkotaan tersebut.
Dalam survei terhadap lebih dari 3.500 penumpang pada musim panas ini, 97,3 persen menyatakan kepuasan secara keseluruhan.
Sebanyak 93,2 persen di antaranya berencana menggunakan layanan itu lagi.
Dampak ekonomi juga terasa di kawasan sekitar. Penjualan restoran di sekitar terminal utama Yeouido naik 15,5 persen secara tahunan pada Mei.
Sementara itu, lalu lintas pejalan kaki lokal melonjak hampir 21 persen.
Pada masa awal, gangguan teknis memaksa uji coba tanpa penumpang tak lama setelah peluncuran.
Insiden kandas di dekat terminal Jamsil pada November lalu mendorong perombakan protokol keselamatan navigasi.
Otoritas transit bersama kepolisian dan pemadam kebakaran setempat menggelar latihan darurat ketat dan memeriksa infrastruktur dermaga sebelum meluncurkan kembali rute penuh awal tahun ini.
Pejabat kota kini memandang feri sebagai lebih dari sekadar atraksi wisata.
Dalam Forum Visi Masa Depan Hangang Bus 2026 di Balai Kota Seoul pada Kamis, Wali Kota Oh Se-hoon memaparkan strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan sistem air ke dalam rutinitas harian.
Strategi itu terinspirasi jaringan feri kota di New York dan London.
Oh menyebut Hangang Bus sebagai platform multifungsi yang menghubungkan simpul-simpul utama Seoul sekaligus menciptakan pengalaman urban baru.
Selama satu dekade ke depan, ia menyatakan fokus akan diarahkan pada pengurangan waktu tunggu, perluasan lokasi terminal, dan pembangunan sabuk ekonomi tepi sungai.
