Seoul Street Arts Festival 2026 akan menggelar pertunjukan boneka raksasa, aksi sirkus, dan berbagai penampilan lain di Ttukseom Hangang Park serta Seoul Forest pada akhir pekan ini.
Rute jalan kaki dan jalur sepeda yang biasa dilalui warga akan disulap menjadi panggung terbuka selama festival berlangsung.
Festival digelar Sabtu dan Minggu dengan 20 karya yang dipentaskan sebanyak 62 kali.
Sejumlah produksi datang dari Prancis, Lituania, Chile, Slovenia, dan Brasil.
Acara ini diselenggarakan oleh Seoul Foundation for Arts and Culture dan memperluas ruang pertunjukan di luar panggung konvensional.
Pengunjung diajak menjumpai karya seni saat menyusuri Han River atau berpindah antara Ttukseom dan Seoul Forest.
Program Artrekking dan Rute Baru
Program baru bernama Artrekking menawarkan empat rute yang menggabungkan pertunjukan dan aktivitas langsung.
Tersedia kursus penuh dan setengah yang dirancang untuk keluarga serta pengunjung lain.
Pengunjung dapat berpindah antarlokasi dengan berjalan kaki, sepeda publik Ttareungi, atau bus Han River.
Mereka juga bisa mengumpulkan stempel di enam lokasi untuk melengkapi kartu pos festival.
Salah satu daya tarik utama adalah parade besar yang menampilkan boneka jerapah merah setinggi delapan meter.
Ada pula pertunjukan sirkus dengan Chinese pole, tightrope walking, dan juggling, serta tari kontemporer dan pertunjukan tradisional Korea.
Beberapa karya bergerak bersama penonton, bukan berada di area duduk tetap, sehingga pengunjung dapat memilih pertunjukan di sepanjang rute.
Festival juga memperkenalkan “Rock the Joy,” kompetisi tari warga yang menampilkan 16 tim hasil babak penyisihan.
Penari Aiki, koreografer Lee Ruda, dan Lee Jae-won yang menyutradarai upacara pembukaan Seoul Winter Festa akan menjadi juri ahli, didampingi 100 juri warga.