unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle 17 Desainer Ubah Soban Jadi Karya 3D Printing di Seoul
Lifestyle

17 Desainer Ubah Soban Jadi Karya 3D Printing di Seoul

Meja soban tradisional Korea dipamerkan dalam pameran desain di Seoul
17 Desainer Ubah Soban Jadi Karya 3D Printing di Seoul
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Meja tradisional Korea bernama soban mendapat sentuhan teknologi tinggi di Seoul. Sebanyak 17 desainer mengubahnya menjadi objek sculptural dengan teknik 3D printing, lacquer, dan mother-of-pearl.

Seoul Design Foundation menampilkan pameran bertajuk SEOUL LIFE 2026: Heritage Reimagined, Soban. Pameran ini berlangsung mulai Senin hingga 8 Oktober di Design Dullegil Gallery, Dongdaemun Design Plaza (DDP).

Karya yang dipamerkan sebelumnya pernah ditampilkan pada April lalu di Milan Design Week. Kini, karya tersebut dibawa ke hadapan audiens Korea.

Soban adalah meja baki kecil portabel yang secara tradisional digunakan sebagai meja makan individu.

Meja ini menggabungkan fungsi baki dan meja, berdiri sekitar 30 sentimeter dari lantai, dan dirancang untuk satu porsi makan.

Pameran di ADI Design Museum, Milan, menarik 20.346 pengunjung. Menurut foundation, kombinasi kerajinan tradisional Korea dan desain kontemporer mendapat perhatian positif.

"Soban adalah aset desain yang memegang budaya gaya hidup tradisional Korea sekaligus fleksibel terhubung dengan kehidupan kontemporer," ujar Cha Kang-hee, CEO Seoul Design Foundation.

Cha menambahkan bahwa pameran ini ingin berbagi interpretasi segar dari desainer domestik dan internasional kepada publik. Tujuannya membangun catatan desain yang mencerminkan Seoul saat ini.

Pameran di Seoul melibatkan 13 tim Korea dan empat desainer internasional.

Nama-nama seperti Kang Yi-youn, Kim Jin-sik, Moon Seung-ji, Sung Jung-ki, Son Dong-hoon, Yi Seok-woo, Stefano Giovannoni, Anna Gili, Odile Decq, dan Marco Oggian turut serta.

Para desainer mempertahankan elemen soban sambil bereksperimen dengan material dan metode produksi. Teknik tradisional seperti lacquer dan mother-of-pearl inlay dipadukan dengan digital modeling dan 3D printing.

Karya Kim berjudul "Taking my snail for a walk" menerjemahkan sulur tanaman dari lukisan tinta era Joseon menjadi struktur kaki organik melalui 3D printing.

Gili menciptakan "MIAWO" yang mengubah meja berkaki empat menjadi hewan pendamping. Sementara Decq menghadirkan "Fluid Maze" dengan bentuk labirin yang berubah, memicu penemuan melalui gerakan.

Sebuah design talk dijadwalkan pada Rabu.

Acara ini mempertemukan desainer peserta dan spesialis produksi untuk membahas perencanaan, fabrikasi, serta kolaborasi antara teknik tradisional dan teknologi kontemporer.

Setelah pameran, 17 karya tersebut akan menjadi bagian dari koleksi DDP. Seoul Design Foundation berencana melestarikannya untuk pameran, riset, dan program edukasi di masa depan.

📰 Update Terbaru