unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Kementerian Budaya Korea Luncurkan Rencana Lima Tahun untuk Sebar Dana Seni ke Luar Seoul
Lifestyle

Kementerian Budaya Korea Luncurkan Rencana Lima Tahun untuk Sebar Dana Seni ke Luar Seoul

Pertunjukan budaya tradisional Korea sebagai simbol penyebaran dana seni ke daerah
Kementerian Budaya Korea Luncurkan Rencana Lima Tahun untuk Sebar Dana Seni ke Luar Seoul
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan meluncurkan rencana lima tahun ketiga untuk pengembangan budaya daerah.

Rencana periode 2026-2030 ini bertujuan menggeser sumber daya dari kawasan metropolitan Seoul ke wilayah lain di negara itu.

Rencana ini melanjutkan dua fase sebelumnya dan disesuaikan dengan strategi nasional "lima hub, tiga zona khusus".

Strategi tersebut membagi Korea ke dalam lima megaregion ekonomi dan tiga zona administratif khusus untuk menyebarkan pertumbuhan ke luar ibu kota.

Kementerian menyusun rencana ini setelah riset kebijakan, debat regional, dan masukan dari 16 pemerintah provinsi.

Empat Strategi dan 16 Tugas

Dengan slogan "kehidupan sehari-hari dengan budaya, daerah yang ingin ditinggali orang", rencana ini memuat empat strategi dan 16 tugas.

Salah satunya mewajibkan pemerintah daerah menyusun "rencana jaminan hak budaya" untuk memastikan akses warga terhadap kehidupan budaya.

Pendanaannya akan dilakukan bersama melalui perjanjian multi-tahun antara pemerintah pusat dan provinsi.

Langkah lain mencakup pembangunan basis data untuk sertifikasi dan penempatan seniman, instruktur, serta perencana budaya di pekerjaan lokal.

Pabrik terbengkalai dan lokasi tak terpakai akan dialihfungsikan menjadi venue budaya, sementara program "Hari Budaya" mingguan diperluas.

Kementerian juga berencana membangun stadion kubah serbaguna agar daerah di luar Seoul dapat menggelar konser dan acara olahraga sepanjang tahun.

Museum nasional, galeri seni, dan perpustakaan baru akan direlokasi atau dibangun di luar ibu kota.

Ada pula inisiatif "RE:CORE" yang menggabungkan program budaya dengan dukungan startup untuk merevitalisasi pusat kota tua.

Proyek ini akan berjalan bersama kementerian pertanahan dan usaha kecil.

Rencana tersebut juga mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan untuk arsip museum dan pendidikan perpustakaan.

Program subsidi "Youth Culture Pass" akan diperluas pada 2027 untuk menjangkau lebih banyak pemohon dan aktivitas.

Kementerian akan menggelar briefing pada Oktober bagi pejabat provinsi, kota, dan yayasan budaya untuk menjelaskan rencana ini.

Menteri Budaya Chae Hwi-young menyatakan bahwa orang tinggal di suatu daerah bukan hanya karena pekerjaan dan perumahan, tetapi juga budaya yang bisa dinikmati di sana.

Ia berjanji menjamin semua orang dapat menikmati budaya tanpa diskriminasi, di mana pun mereka tinggal, dan mendukung daerah membangun kekuatan untuk menciptakan serta mengembangkan budayanya sendiri.

📰 Update Terbaru