unique visitors counter
⌂ Beranda › News › EPA Cabut Aturan Emisi Gas Rumah Kaca Pembangkit Listrik
News

EPA Cabut Aturan Emisi Gas Rumah Kaca Pembangkit Listrik

Menara pendingin pembangkit listrik batu bara dan gas alam
EPA Cabut Aturan Emisi Gas Rumah Kaca Pembangkit Listrik
A A Ukuran Teks16px

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mengumumkan pencabutan aturan yang membatasi emisi gas rumah kaca dari pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dan gas alam.

Langkah itu disampaikan pada Senin dan disebut sebagai pergeseran mendasar dari upaya pemerintahan Presiden Demokrat Joe Biden dan Barack Obama dalam menangani perubahan iklim.

EPA juga mengumumkan langkah terpisah namun terkait untuk mencegah pemerintahan berikutnya mengatur polusi iklim dari pembangkit listrik.

Perubahan aturan tersebut pertama kali diusulkan tahun lalu dan dinilai akan menghemat biaya industri lebih dari 300 miliar dolar AS.

EPA menyatakan aturan baru itu akan membantu "melepaskan" energi Amerika.

Asisten Administrator EPA Aaron Szabo mengatakan perubahan ini memungkinkan perusahaan listrik mengambil keputusan terbaik bagi pelanggan berdasarkan biaya dan penghematan biaya.

Menurutnya, perusahaan tidak lagi diwajibkan menutup fasilitas.

Aturan pembangkit listrik itu akan berlaku tak lama setelah diterbitkan di Federal Register dan diperkirakan langsung menghadapi tantangan hukum.

Kelompok lingkungan juga kemungkinan menantang aturan terpisah yang diusulkan pada Senin tersebut.

Proposal itu diperkirakan final tahun depan dan menyusul tindakan EPA awal tahun ini yang mencabut temuan ilmiah yang selama ini menjadi dasar utama aksi Amerika Serikat mengatur emisi gas rumah kaca.

Tindakan pada Februari lalu menghapus semua standar emisi gas rumah kaca untuk mobil dan truk.

Rencana baru itu akan menerapkan logika serupa pada pembongkaran regulasi iklim yang lebih luas untuk sumber stasioner seperti pembangkit listrik.

Diumumkan saat pertemuan energi G20

Pengumuman itu disampaikan saat Kepala EPA Lee Zeldin, Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, dan Menteri Energi Chris Wright menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri G20 bertema "kelimpahan energi" di Houston.

Pengumuman aturan pada hari yang sama disebut sebagai pengakuan atas peran penting Texas yang kaya minyak di industri energi.

Langkah itu juga berpotensi menjadi sindiran terhadap sekutu Eropa dan internasional lain yang hadir dan menempuh kebijakan ramah lingkungan yang coba dibatalkan pemerintahan Trump.

Presiden Republik Donald Trump pernah menyebut perubahan iklim sebagai "penipuan terbesar yang pernah dilakukan terhadap dunia" dalam pidatonya di PBB tahun lalu.

Pemerintahannya juga menarik Amerika Serikat untuk kedua kalinya dari perjanjian iklim Paris 2015 yang menetapkan target sukarela menekan emisi pemanasan planet.

Trump membanggakan kelimpahan energi Amerika bahkan saat perang Iran terus mengganggu pasar bahan bakar global dan harga gas menembus 4,31 dolar AS per galon.

Harga itu naik lebih dari satu dolar dibandingkan setahun sebelumnya.

Pembongkaran aturan itu dimaksudkan memenuhi janji Trump untuk "melepaskan energi Amerika" dan memudahkan perusahaan listrik memasok listrik bagi rumah dan bisnis.

Mantan Wakil Presiden Al Gore menilai tindakan EPA membawa Amerika Serikat "ke arah yang persis berlawanan dengan seluruh dunia".

Menurut Gore, dengan gangguan pasar energi global, jawaban jelas atas kenaikan biaya dan keamanan energi adalah energi bersih.

Gore mengatakan transisi energi bersih akan terus berlangsung baik di Amerika Serikat maupun global.

Alasannya, energi bersih lebih murah, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan memperkuat keamanan energi.

Pembongkaran puluhan regulasi lingkungan

Aturan pembangkit listrik termasuk di antara hampir tiga lusin regulasi lingkungan yang menjadi target Zeldin pada awal 2025.

Saat itu ia menyebutnya sebagai "hari deregulasi paling konsekuensial dalam sejarah Amerika".

Zeldin pada Senin mengatakan pemerintahan Trump hadir untuk melindungi energi Amerika dan memastikan masyarakat mampu membayar listrik.

Kelompok lingkungan dan kesehatan publik menyebut pembongkaran aturan baru itu berbahaya dan bersumpah menantangnya di pengadilan.

Penasihat umum Environmental Defense Fund, Vickie Patton, mengatakan perobohan perlindungan nasional terhadap polusi iklim dari pembangkit listrik akan menimbulkan biaya besar bagi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan keluarga.

Menurut Patton, warga Amerika di mana pun sudah menderita akibat panas ekstrem, banjir dan badai yang lebih berbahaya, serta biaya asuransi yang melonjak.

Patton menegaskan EPA memiliki tanggung jawab hukum melindungi publik dari polusi berbahaya.

Ia menambahkan teknologi bersih, terjangkau, dan andal sudah tersedia luas untuk memasok listrik rumah dan bisnis.

Pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, gas, dan minyak bertanggung jawab atas sekitar seperempat total polusi iklim nasional.

Jumlah itu hanya kalah dari sektor transportasi.

Polusi dari pembangkit listrik merupakan salah satu sumber polusi penyebab perubahan iklim terbesar di dunia.

Analisis Associated Press tahun lalu menemukan aturan yang menjadi target EPA di bawah Trump dapat mencegah sekitar 30.000 kematian.

Aturan itu juga dapat menghemat 275 miliar dolar AS setiap tahun selama diberlakukan.

Bahkan pembongkaran sebagian aturan akan berarti lebih banyak polutan seperti smog, merkuri, dan timbal.

Yang paling menonjol adalah peningkatan partikel kecil di udara yang dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan masalah kesehatan.

Dampaknya juga mencakup emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi sehingga mendorong pemanasan Bumi ke tingkat yang lebih mematikan.

Biden menjadikan perang melawan perubahan iklim sebagai ciri khas masa kepresidenannya.

Di bawah aturan EPA yang ketat pada 2024, pembangkit listrik batu bara seharusnya dipaksa menangkap emisi cerobong atau ditutup.

Aturan-aturan itu kini dibatalkan.

Dalam proposalnya tahun lalu, EPA di bawah Trump berargumen karbon dioksida dan gas rumah kaca lain dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil tidak berkontribusi signifikan terhadap polusi berbahaya atau perubahan iklim.

Karena itu, menurut EPA, emisi tersebut tidak memenuhi ambang batas Clean Air Act untuk tindakan regulasi.

EPA menyatakan emisi gas rumah kaca dari pembangkit batu bara dan gas merupakan bagian kecil dan terus menyusut dari emisi global.

Zeldin, politikus Republik dan mantan anggota kongres dari New York, mengatakan tindakan era Biden dirancang untuk "mencekik ekonomi kita demi melindungi lingkungan".

Menurutnya, tujuannya adalah mengatur industri batu bara "hingga tidak ada" dan membuatnya "hilang".

Industri batu bara dan kelompok yang mewakili pembangkit listrik batu bara mengecam aturan Biden sebagai "overreach" EPA dan mendesak pencabutannya.

CEO America's Power, Michelle Bloodworth, mengatakan pencabutan aturan akan melindungi keandalan jaringan listrik dan melindungi konsumen listrik dari biaya lebih tinggi.

Hal itu penting di tengah lonjakan permintaan dari pusat data, kecerdasan buatan, dan manufaktur canggih.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru