Xiaomi memperbarui sensor smart home termurahnya melalui Mijia Smart Thermometer and Hygrometer 3 Pro.
Perangkat ini dipasarkan lewat crowdfunding di Xiaomi Youpin dengan harga 114 yuan atau sekitar 17 dolar AS.
Model ini menjadi penerus Mijia Smart Thermo-Hygrometer 3 yang dirilis pada 2022. Pembaruan utamanya adalah kemampuan deteksi karbon dioksida yang tidak dimiliki versi reguler.
Deteksi CO2 dan Indikator Tiga Warna
Xiaomi membekali perangkat dengan sensor CO2 konduktivitas termal low-power terbaru dari Sensirion. Sensor ini memantau kadar CO2 di ruangan secara berkelanjutan.
Alih-alih hanya menampilkan angka, sensor memakai indikator tiga warna untuk menunjukkan kondisi udara.
Warna hijau, kuning, dan merah memudahkan pengguna melihat kenaikan kadar CO2 sehingga bisa segera membuka jendela.
Layar Lebih Besar dan Konektivitas Smart Home
Layar LCD 3,6 inci dengan bezel lebih tipis menjadi peningkatan lain pada perangkat ini. Layar tersebut dapat menampilkan tanggal, hari, waktu, suhu, kelembapan, dan kadar CO2.
Satu ketukan cukup untuk berpindah antar pembacaan. Untuk konektivitas, perangkat menggunakan sistem Surge Smart Connectivity dari Xiaomi.
Saat dipasangkan dengan gateway Bluetooth Mesh, sensor ini dapat bekerja dengan perangkat smart home lain berdasarkan perubahan suhu, kelembapan, atau kadar CO2.
Misalnya, jika kadar CO2 melewati batas yang diatur di aplikasi Mi Home, speaker Xiao Ai dapat memberikan pengingat suara.
Sensor juga dapat mengirim pembacaannya ke aplikasi Mi Home melalui gateway Bluetooth Mesh. Pengguna bisa melihat tren suhu, kelembapan, dan CO2 dari waktu ke waktu.
Fitur ini membuat perangkat lebih berguna untuk melacak perubahan selama beberapa hari atau minggu. Perangkat juga memberikan sebagian fitur pemantauan yang biasanya didapat dari detektor kualitas udara khusus.
Perangkat dapat diletakkan di meja atau ditempelkan ke permukaan logam menggunakan magnet bawaan.
Daya berasal dari satu baterai kancing CR2450 yang menurut Xiaomi bertahan sekitar satu tahun sebelum perlu diganti.
