Harga smartphone yang terus meningkat menjadi tantangan baru bagi produsen ponsel, termasuk Xiaomi.
Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng mengakui tren kenaikan harga terjadi di berbagai pasar, termasuk Indonesia.
Meski begitu, ia menegaskan perubahan harga tidak akan mengubah nilai yang ingin diberikan perusahaan kepada pengguna.
Pernyataan itu disampaikan Michael saat menjawab pertanyaan soal tren harga smartphone yang terus naik dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu malam (16/9/2026).
Menurut Michael, kenaikan harga bukan persoalan yang hanya terjadi di satu negara.
Sejumlah kompetitor Xiaomi juga menghadapi kondisi serupa.
"Sejujurnya, Anda bisa melihat, beberapa kompetitor kita juga memiliki perubahan mengenai harga. Ya, mungkin meningkat.
Tapi bagi Xiaomi, pencapaian dan nilai kita tidak pernah berubah," kata Michael.
Fokus pada Nilai dan Layanan
Michael secara terbuka menyatakan tidak ada yang bisa menghentikan kemungkinan kenaikan harga smartphone.
"Jadi, menurut saya, untuk meningkatkan harga, tidak ada yang bisa berhenti," ujarnya.
Kendati demikian, Xiaomi memilih mempertahankan pendekatan yang mereka sebut sebagai make friends with users.
Perusahaan ingin menjaga hubungan dengan pengguna melalui produk, harga, maupun layanan yang diberikan.
"Jadi nilai kita, seperti yang saya katakan, kita berkawan dengan pengguna.
Jadi tidak kira pasar dan industri bagaimana untuk berubah, apa yang bisa kita lakukan adalah untuk memberikan harga yang jujur dan berkawan dengan pengguna," kata Michael.
Pendekatan tersebut terlihat dalam peluncuran REDMI Note 17 Series.
Xiaomi tidak hanya menawarkan perangkat dengan spesifikasi baru, tetapi juga sejumlah manfaat tambahan untuk pengguna.
Manfaat itu termasuk layanan dan program VIP yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada produk kelas atas.
Menurut Michael, salah satu fokusnya setelah berada di Indonesia adalah meningkatkan layanan untuk pengguna.