Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan pasar spot Jumat (31/7/2026). Rupiah naik 0,15% ke level Rp18.057 per dolar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan penurunan harga minyak mentah jenis brent sebesar 0,92% menjadi US$88,21 per barel pada pukul 09.03 WIB.
>>> KPK Tetapkan 4 Tersangka OTT Bupati Pemalang, Anggota Polri Ikut Terseret
Pergerakan Mata Uang Asia
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terpantau beragam. Baht Thailand memimpin penguatan, diikuti peso Filipina, rupiah, ringgit Malaysia, yuan China, dan dolar offshore.
Sementara itu, won Korea Selatan berbalik melemah 0,84% setelah menguat pada perdagangan sebelumnya. Pelemahan juga dialami yen Jepang, dolar Singapura, dan dolar Taiwan.
Katalis Domestik Masih Minim
Dari dalam negeri, belum banyak katalis yang mampu mendorong rupiah kembali ke bawah level Rp18.000 per dolar AS.
>>> Deltalube Salurkan Bantuan Kontainer Sampah untuk Warga Bogor, Dorong Lingkungan Lebih Bersih
Meski demikian, pasar obligasi pemerintah Indonesia masih mencatat aksi beli dari investor asing. Imbal hasil atau yield yang ditawarkan dinilai cukup menarik.
Berdasarkan data per 29 Juli, investor asing tercatat membeli obligasi pemerintah Indonesia senilai US$31,5 juta.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan pasar obligasi Thailand yang mencatat aksi jual senilai US$85,8 juta pada 30 Juli.
>>> Korea Utara Kecam Langkah AS Tambah Pasukan di Jepang
India juga mencatat penjualan bersih obligasi senilai US$33,9 juta pada 29 Juli.
