Dalam wawancara singkat selepas keluar dari bilik suara, Thapa menyampaikan pesannya kepada pemilih muda: “kami bersama kalian, kami mendengar kalian dan kami ingin memiliki suara kalian, kami berdiri untuk perubahan.” Ia juga menyebut pemilu kali ini sebagai pemilu yang “sangat dibutuhkan.”

Di sisi lain, KP Sharma Oli, 73 tahun, mantan perdana menteri empat periode, kembali maju setelah mengundurkan diri pada September ketika Nepal mengalami gejolak terburuk dalam beberapa dekade. Ia kini bertarung di daerah pemilihan Jhapa 5 melawan Balendra Shah.

Oli memiliki perjalanan politik panjang. Saat muda ia putus sekolah dan terlibat dalam pemberontakan komunis bersenjata yang berlangsung singkat. Ia kemudian menjalani lebih dari 14 tahun penjara, termasuk periode sel isolasi, atas kasus pembunuhan seorang petani, sebelum kembali aktif berpolitik pada akhir 1980-an dan menanjak di Partai Komunis Nepal (UML).

Balendra Shah, yang lebih dikenal sebagai Balen Shah, berusia 35 tahun dan merupakan mantan wali kota Kathmandu serta mantan rapper. Ia menjadi salah satu figur paling menonjol dalam pemilu ini dan turut masuk bursa kandidat perdana menteri, terutama karena popularitasnya di kalangan anak muda setelah protes anti-korupsi pada September.

Balen sempat mencoba terbang ke Jhapa 5 setelah mencoblos di Kathmandu. Namun helikopter yang ditumpanginya tidak dapat mendarat karena alasan “kebutuhan operasional” dan akhirnya kembali ke Kathmandu setelah sekitar satu jam di udara.

Peran pemimpin sementara dan pesan menjaga demokrasi


Perdana Menteri sementara Sushila Karki, 73 tahun, telah menggunakan hak pilihnya di Kathmandu. Mantan ketua mahkamah agung ini ditunjuk memimpin pemerintahan sementara pada September setelah pemerintah sebelumnya tersingkir akibat protes anti-korupsi yang dipimpin anak muda.