unique visitors counter
⌂ Beranda Otomotif Lotus Tinggalkan Mesin Toyota & AMG, Beralih ke Teknologi Baru

Lotus Tinggalkan Mesin Toyota & AMG, Beralih ke Teknologi Baru

Lotus Tinggalkan Mesin Toyota & AMG, Beralih ke Teknologi Baru
Ilustrasi mesin hybrid mobil Lotus
A A Ukuran Teks16px

Masa depan mobil sport Lotus tampaknya akan segera mengalami perubahan signifikan dalam hal jantung pacu.

Informasi terbaru mengindikasikan bahwa pabrikan mobil ikonik asal Inggris ini akan menghentikan penggunaan mesin dari Toyota dan unit bertenaga tinggi dari AMG.

>>> Porsche 911 Talos: Supercar Rp 18 Miliar, Belum Termasuk Basis Porsche Anda

IN2

Sebagai gantinya, Lotus akan mengadopsi mesin hybrid V6 dan V8 yang dikembangkan melalui kolaborasi strategis antara Geely dan Renault.

Kolaborasi Geely-Renault: Horse Powertrain

Perubahan ini didorong oleh pembentukan unit bisnis baru yang bernama Horse Powertrain.

Unit ini merupakan hasil patungan antara Geely, pemilik Lotus, dan Renault Group.

in2

Fokus utama Horse Powertrain adalah mengembangkan powertrain yang ringan dan efisien, termasuk opsi hybrid.

Langkah ini sejalan dengan strategi Lotus untuk memodernisasi lini produknya dan tetap kompetitif di pasar mobil sport global.

Pengembangan mesin baru ini diharapkan dapat memberikan performa yang lebih baik sekaligus memenuhi standar emisi yang semakin ketat.

Pergeseran Strategis Lotus

Selama bertahun-tahun, Lotus telah mengandalkan mesin yang dipasok oleh pabrikan lain untuk beberapa modelnya.

Mesin V6 supercharged dari Toyota telah menjadi andalan pada model seperti Evora dan Exige.

>>> Lampu Biru Otonom: Tren Mercedes, Disempurnakan di China

Sementara itu, beberapa model performa tinggi lainnya mungkin telah menggunakan mesin dari AMG Mercedes-Benz.

Keputusan untuk beralih ke mesin yang dikembangkan secara internal melalui Horse Powertrain menunjukkan ambisi Lotus untuk memiliki kontrol lebih besar atas teknologi inti mereka.

Ini juga memungkinkan mereka untuk mengintegrasikan powertrain secara lebih optimal dengan sasis ringan khas Lotus.

Detail spesifik mengenai konfigurasi V6 dan V8 baru ini belum sepenuhnya diungkapkan.

Namun, fokus pada teknologi hybrid menunjukkan komitmen Lotus terhadap elektrifikasi, meskipun tetap mempertahankan esensi mobil sport yang ringan dan lincah.

Kerja sama dengan Renault, yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan mesin dan powertrain, diharapkan dapat mempercepat inovasi.

Kolaborasi ini juga berpotensi memberikan skala ekonomi yang dibutuhkan untuk pengembangan mesin berperforma tinggi di era modern.

Para penggemar Lotus tentu akan menantikan bagaimana mesin-mesin baru ini akan membentuk karakter mobil sport legendaris tersebut di masa depan.

>>> Suzuki Jimny Listrik Konsep: Desainer Ford Beri Tampilan Futuristik

Perubahan ini menandai era baru bagi Lotus, di mana mereka tidak hanya mengandalkan warisan performa, tetapi juga merangkul teknologi powertrain terkini.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru